Buka Akses Jalan di Perkebunan Lahan Pribadi, Buang : Tudingan Berita Tambang Batu Adalah Hoax

Gambar lokasi perkebunan yang sengaja di gali, untuk di jadikan akses jalan.

Suarasulut.com | Bitung – Baru-baru ini beredar pemberitaan di salah satu media online terkait lokasi perkebunan yang di tuding sebagai tambang batu ilegal. Senin, (29/04/2024)

Namun hal tersebut nyatanya adalah sebuah lahan perkebunan yang sengaja digali untuk digunakan sebagai akses jalan, agar dapat dilalui kendaraan.

Pemberitaan di salah satu media online (RED) dengan judul “Diminta Kapolda Sulut Dan Kapolri Ri Proses Inisial Bunga Selaku Pengelola Tambang Batu Ilegal Dikota Bitung Yang Kebal Hukum” adalah Hoax

Buang dengan sapaan akrab Bunga saat dikonfirmasi terkait pemberitaan yang beredar membantah bahwa lokasi perkebunannya di sebut-sebut sebagai tambang batu.

Itu kebun, saya buka untuk di buatkan jalan, dan ada beberapa batu-batu itu sebagai penghalang pasir di pinggiran-pinggiran, untuk penahan pasir agar tidak jatuh lagi menutup akses jalan,” Kata buang sembari mempersilahkan awak media mengecek langsung ke perkebunan miliknya.

Buang juga menambahkan bahwa ada bongkahan batu besar di aliran air sungai yang sengaja di angkat, agar tidak memutuskan aliran air tersebut, namun menyayangkan jika dituding sebagai penjual batu.

Ada batu besar di aliran air sungai, yang saat itu juga sengaja saya angkat agar tidak memutuskan aliran air, namun menyesal jika di tuduh sebagai penjual batu,” katanya lagi kepada media sembari tertawa.

Herman Sumual, Ketua (RT) setempat saat di konfirmasi terkait lokasi perkebunanya milik buang yang berada di wilayah tanggung jawabnya membenarkan bahwa tidak ada aktivitas tambang batu seperti yang di beritakan.

Disekitar sini, tidak ada aktivitas tambang batu, adanya perkebunan, kalaupun jika ada aktivitas tambang seperti yang disebut-sebut. Pemerintah pasti akan mengambil tindakan dan segera menghentikannya jika tidak sesuai prosedural,” Tegas Herman sebagai prangkat pemerintah setempat.

Herman juga menjelaskan bahwa beberapa hari terakhir terjadi longsoran tanah dan di kait-kaitkan akibat dampak pertambangan ilegal, hal tersebut ditepis dan dinyatakan tidak benar.

Longsor yang terjadi baru-baru ini adalah karena faktor alam, yaitu hujan deras terus menerus beberapa hari, bukan tambang, aneh-aneh jo,” Ujarnya sembari menunjukan arah ke awak media untuk survei lapangan terkait kebenaranya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *