Rinny Tamuntuan Hadirkan Sentuhan Kemanusiaan: Kunjungi Keluarga Nelayan yang Hilang Melaut

oleh -1285 Dilihat
Kunjungan Pj. Bupati Sangihe ke Kampung Kalinda, didampingi oleh Camat Tamako, Tim Badan SAR, dan aparat kampung setempat

Sangihe, SuaraSulut.com Setelah menjalani tugas di luar daerah, Penjabat (Pj.) Bupati Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan, menunjukkan kepedulian dan empati yang tulus dengan mengunjungi keluarga Atleos Matulende, seorang nelayan yang hilang saat melaut pada Senin, 19/02/2024 lalu.

Meskipun waktu berlalu tanpa kepastian, keberanian Tamuntuan untuk menyampaikan dukungan dan bantuan langsung kepada keluarga korban menggambarkan kepemimpinan yang penuh kepedulian.

Kunjungan Pj. Bupati Sangihe ke Kampung Kalinda pada Rabu, (28/2/2024) didampingi oleh Camat Tamako, Tim Badan SAR, dan aparat kampung setempat, memberikan suntikan semangat bagi keluarga yang tengah berduka. Bantuan yang diserahkan secara langsung kepada istri korban mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung warganya yang mengalami musibah.

Dalam kesempatan tersebut, Tamuntuan menyampaikan rasa empati dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terhadap kehilangan suami tercinta yang hingga saat ini belum ditemukan. Doa bersama pun diucapkan, mengharapkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Tim Badan SAR dan pihak terkait dapat segera membawa kabar yang diinginkan.

“Bantuan yang kami berikan merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe terhadap warganya yang sedang mengalami cobaan. Sambil itu, Pj. Bupati Sangihe mengingatkan seluruh masyarakat Sangihe untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca ekstrem saat ini, dengan angin utara yang kencang dan hujan lebat. Kami berharap agar semua dapat berhati-hati dan, sebisanya, menunda aktivitas melaut,” ungkap Tamuntuan dengan penuh kekhawatiran.

Kisah kepemimpinan yang penuh kepedulian ini semakin menyorot betapa pentingnya solidaritas dalam menghadapi cobaan hidup. Pj. Bupati Sangihe dengan tindakan nyata membuktikan bahwa keberpihakan pada rakyat dan sikap empati adalah fondasi yang tidak tergantikan dalam kepemimpinan.

(Erick Sahabat)