Tanggapan PJ Bupati Sangihe terhadap Lonjakan Harga Cabai: Ketergantungan Pasokan dan Himbauan untuk Pertahankan Stabilitas

0
408515988_383977440762127_6753890353806173298_n

Tampak PJ Bupati Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan sedang berkinjung ke pasar Tradisional

SANGIHE, SuaraSulut.com Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan, merespons dengan serius lonjakan harga cabai yang mencapai Rp 120 ribu per kilogram di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dalam rapat evaluasi penyerapan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rinny menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai di Sangihe mengikuti tren harga di Kota Manado, karena pasokan cabai masih sangat tergantung pada daerah tersebut.

Meskipun Sangihe memiliki produk lokal yang berkualitas baik, ketergantungan pada pasokan Manado tetap menjadi faktor krusial. Tamuntuan mengakui keunggulan kualitas panen cabai lokal dan menekankan perlunya klarifikasi lebih lanjut mengenai data kebutuhan serta jadwal tanam untuk memastikan panen dapat dilakukan secara teratur. Dengan penjadwalan yang baik, diharapkan ketergantungan terhadap pasokan dari Manado dapat dikurangi.

Bupati Sangihe ini juga memberikan himbauan kepada pedagang dan petani setempat untuk tidak terlalu terpaku pada harga cabai di Manado, terutama jika hasil panen di Sangihe memuaskan. Menghadapi mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru, Tamuntuan meminta agar harga cabe di Sangihe tetap stabil, mengingat adanya bantuan bibit dan pupuk yang telah diberikan Pemerintah kepada petani.

“Kepada petani dan pedagang, saya mengajak untuk menjaga stabilitas harga di Sangihe, karena kita sudah mendapat dukungan dari Pemerintah. Saya juga menghimbau masyarakat, termasuk ASN dan ibu-ibu pejabat, untuk aktif menanam cabe di halaman rumah atau polibek sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan rumah tangga,” tegas Rinny Tamuntuan.

(Erick Sahabat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *