Oknum Guru SMP 8 Manado Mempermalukan siswa “Nakal” di Depan Ribuan Siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Steven Tumiwa SPd MPd.

Manado, Kedapatan lagi oknum guru SMP Negeri 8 Manado membunuh karakter anak saat apel pulang sekolah. Kamis,( 7/12).

 

Mungkin ada beberapa kelompok siswa kelas VII , yang sudah melakukan pencurian di salah satu minimarket dekat sekolah dan ketahuan oleh karyawan toko, dan kasus ini di kembalikan ke sekolah. Pada saat apel pulang sekolah, salah satu oknum guru memimpin apel dan mungkin tidak menyadarkan diri menyampaikan kepada ribuan siswa ada siswa “nakal” di salah satu toko minimarket dekat sekolah. Guru tersebut memanggil beberapa siswa yang bersangkutan dan melihatkan kepada siswa, ” mana itu ada ba nakal di Alfamidi maju kamari dimuka, itu siswa ada ba Pancuri mana itu siswa kelas VII.” Ujar guru saat memimpin apel.

 

Lanjut guru itu “kenapa tidak perna mendapatkan uang jajan? Kong ngoni mo beking ulang ? Ngoni dapa pangge di muka agar tidak mengulang kembali. so nda beking ulang, Malo to?.” Ungkap guru kepada siswa yang membuat kesalahan di depan ribuan siswa.

 

Saat wartawan mau konfirmasi kepala sekolah SMP Negeri 8 Manado Mintje Watuseke dirinya tidak mau di temui. Padahal dirinya berada di ruangan kerjanya.

 

Selanjutnya wartawan media ini berkomunikasi dengan beberapa guru disekolah, ternyata kasus ini sudah di selesaikan sebelum di penggumuman di apel oleh pembina kesiswaan,” pak, ini kasus kasiang dorang guru kesiswaan so urus,kenapa lagi musti mo penggumuman di banyak siswa,” ungkap salah satu guru yang tak mau sebutkan namanya.

 

Saat di konfirmasi kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Steven Stevi Tumiwa SPd MPd menjelaskan bahwa ini salah satu kesalahan fatal oleh guru tersebut,” Nimboleh begitu, kasihan itu siswa mungkin dorang cuma ta Iko pergaulan atau hilaf melakukan cukup tegur dan membuat surat pernyataan.” Terang Kadis. Lanjutnya ” guru itu sudah kelewatan. Mungkin nanti ada tim dari Dinas mo konfirmasi kejadian seperti ini.” Jelasnya.

 

Ditambahkan Juga oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra Neivi Lenda Pelealu MSi, menjelaskan bahwa sesuai kasus seperti itu, guru harus tau merangkul kalau memang siswa itu berbuat salah, silakan panggil dan menegur secara pribadi khusus,” kalau disampaikan seperti itu bisa membahayakan psikologis anak, kalo dorang sakit hati dan sudah tidak mau sekolah karena sudah malu, itu bisa membahayakan mental mereka juga.” Kunci Pelealu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*