Kejadian longsor dilubang tambang manual yang mengakibatkan 10 korban ternyata tidak benar, pemilik lubang dan pekerja mengakui ada longsor tapi tidak ada korban,pasalnya pada hari selasa 01/11/2023 menurut kabar terjadi longsor dilubang lokasi lingkobungon Desa Tanoyan selatan yang mengakibatkan beberapa korban tertimbun longsor
Polres Kotamobagu melalui kasat reskrim Iptu.Anugrah Ari Pratama,STrK.SIK telah membenarkan bahwa ada kejadian longsor lubang diTanoyan tapi tidak ada korban”Ujar Kasat Reskrim
Saksi mata mengatakan bahwa sempat terjadi longsor dilubang majuan dan menutup jalan masuk sedangkan didalam ada sekitar 10 pekerja,tapi dengan kesigapan para pekerja diluar lubang dan dibantu aparat kepolisian dan TNI sehingga akses jalan dimajuan tersebut kembali terbuka dan pekerja didalam bisa keluar dengan selamat dan tidak ada yang terluka
Pemilik Lubang Inisal (G) mengatakan bahwa semua pekerja dalam keadaan baik dan sehat walafiat tidak ada yang luka dalam insiden itu
“Bahkan dari kemarin para pekerja menyampaikan kesaya ingin lanjut kerja tapi saya sampaikan ke mereka istirahat dulu 1-2 hari”Ujar (G) pemilik lubang
Masyarakat pekerja kepada media mengatakan bahwa mereka sangat terbantukan dengan adanya tambang disini karna tidak ada tempat lain untuk mengais rejeki selain bertambang dengan cara manual,”Apalagi sekarang ini serba sulit karena musim paceklik akibat musim kemarau yang menyebabkan bahan pokok serba mahal semua harga naik,apalagi harga beras sudah mahal,kalu tidak ada tambang ini dimana lagi kami akan mencari nafkah untuk menghidupi kebutuhan istri dan anak kami”Ucap Pekerja yang tidak mau disebutkan namanya
(Midi)
