Stok Beras Bulog Siap, Jokowi : Sebanyak 1,6 Juta Ton

oleh -6307 Dilihat
Kunker Presiden Joko Widodo, Ke Kota Palu. Foto :

PALU- Presiden Joko Widodo optimis ketersediaan pangan beras yang dimiliki Bulog saat ini bisa mengendalikan naiknya harga beras dipasaran.

“ Ada kenaikan memang mungkin 5 sampai 6 persen tapi tetap harus diwaspadai dan saya senang stok di Bulog yang biasanya 1,2, ini sudah tadi saya tanya ke pak Budi Waseso, sekarang di gudang sudah ada 1,6 juta ton, betul pak Dirut ya, 1,6 juta ton artinya dari sisi stok kita memiliki dan dalam perjalanan masih ada 400 ribu, ini dipakai untuk mengendalikan harga. “ kata Jokowi saat membuka Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2023, di Istana Merdeka, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyinggung ketersediaan beberapa bahan pangan saat melakukan kunjunga kerja didua pasar yakni, Pasar Grogolan Baru, Pekalongan, Jawa Tengah dan Pasar Masomba Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“ Saya senang bahwa harga – harga yang saya pantau di pasar, dalam minggu ini saya cek di Pekalongan, saya cek lagi di Palu, semuanya pada posisi menurun hanya satu bapak ibu, kita masih memiliki masalah diurusan beras. “ kata Jokowi dikutip dalam kanal Youtube Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden. Kamis (31/8/2023)

Jokowi juga mengharapkan pemerintah daerah bisa menggunakan anggarannya untuk mengintervensi pasar jika masih terjadi kenaikan harga beras.

“ Tolong juga dicek ini kan sudah menggerucut beras ke masyarakat kalau harganya masih naik bapak ibu juga saya minta Bulog, bapak, ibu Gubernur, Bupati dan Walikota juga bisa menggunakan anggarannya untuk mengintervensi pasar. Dengan itulah kita harapkan inflasi kita akan terkendali dengan baik dan pelan-pelan akan turun-turun. “ tegas Jokowi

Terpisah, Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulteng, Heriswan menjelaskan, Bulog lewat program Siap Jaga Harga Pasar (Sigap) dengan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat akan kebutuhan beras dengan harga terjangkau.

Menurut Heriswan, penyaluran Beras SPHP kepada masyarakat melalui pasar rakyat, ritel modern, dan agen yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, tujuannya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga Beras.

Ia mengungkapkan, sebanyak delapan ton beras medium SPHP disalurkan kepada mitra Bulog yakni Rumah Pangan Kita (RPK) yang berjualan di dua pasar induk tradisional Inpres Manonda Palu dan pasar Masomba Palu.

“ Stok di gudang Bulog sekira 4.000-an, sementara dalam perjalanan permintaan dari DKI Jakarta ada 2.800 ton dan 5.000 ton dari Jawa Timur, sangat memungkinkan mendistribusikan beras SPHP secara reguler. “

Ia menambahkan, untuk beras SPHP ini kualitas medium, namun tetap terjamin dengan kualitas bagus. Bahkan bulog memiliki stok yang cukup banyak, diperkirakan akhir September akan ada 12.000 ton yang dikuasai.

“ Untuk pendistribusian beras SPHP ini, pihaknya melakukan tiga kali seminggu, tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada konsumen, jadi masyarakat tidak perlu panik dan membeli sesuai kebutuhan saja,” jelasnya

Saat ini kata Heriswan, harga beras di Sulteng memang terjadi kenaikan, namun tidak signifikan, berkisar Rp200-an. “ Dengan adanya beras SPHP dengan harga Rp9.450 per kilogram, diyakini bisa menekan harga beras. ” tegasnya. (**)