APK dan APM Meningkat, Pemkab Sangihe Berhasil Tekan Angka Putus Sekolah

oleh -1420 Dilihat
Abednejo Hapendatu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe

Sangihe, SuaraSulut.com Kabupaten Kepulauan Sangihe berhasil mencatat pencapaian gemilang dalam menekan angka putus sekolah. Data terbaru menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) telah mencapai 100 persen, sementara Angka Partisipasi Murni (APM) mencapai angka 90-an persen.

“Saat ini, tingkat putus sekolah di Sangihe sangat rendah,” ungkap Abednejo Hapendatu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sangihe, saat diwawancara oleh wartawan di ruang kerjanya pada Jumat (1/9/2023).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa anak-anak yang sebelumnya terputus sekolah telah menerima layanan pendidikan non formal melalui program kesetaraan paket A, B, dan C.

“Di Sangihe, terdapat empat lembaga yang melayani pendidikan non formal, termasuk SKB Sangihe, dan tiga lembaga lainnya yang didirikan oleh masyarakat, yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” terangnya.

Hapendatu juga mengidentifikasi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingkat putus sekolah, antara lain, anak-anak yang ikut orang tua bekerja di luar daerah, serta kenakalan remaja yang seringkali dihadapi oleh anak-anak saat berada di tingkat SMP.

Dalam rincian lebih lanjut, jumlah siswa di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang saat ini tengah menjalani pendidikan mencakup 4.931 anak usia dini, 10.748 siswa SD, dan 5.178 siswa SMP. Mereka tersebar di 332 lembaga pendidikan anak usia dini, 207 Sekolah Dasar, dan 62 Sekolah Menengah Pertama di Sangihe.

Keberhasilan menekan angka putus sekolah di Sangihe merupakan pencapaian positif yang patut dicontoh dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan akses pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah.

(Erick Sahabat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.