SUARSULUT.COM, MANADO- Pelabuhan Petta kecamatan Tabukan Utara Kepulauan Sangihe, sejak dulu sangat terkenal dengan barang-barang perabotan, alat dapur, rokok Filipin dan berbagai minuman keras (miras) yang diseludupkan dari Filipina.
Saat ini sudah sangat berbeda, dimana sejak tahun 2015, para penyeludup berubah menjadi pengekspor.
Hal itu disampaikan salah satu warga Petta Emilyon Satyatama yang juga dulunya penyeludup minuman keras dan skarang bisa berpenghasilan dengan bekerja sebagai pengekspor rokok secara legal.
Menurut Emilyon kepada media ini Sabtu,(24/06/23, dipelabuhan Petta mengatakan , sebelumnya dirinya sebagai penyeludup barang-barang dari Filipin termasuk ayam Filipin, minuman keras seperti Tanduay, London Jin, Carlo Rossi serta merek-merek yang lain, tapi sejak ada ekspor rokok secara legal dari PT Gudang Baru Berkah Malang Jawa Timur lewat Siti Maimuna Bintaher yang di kenal dengan nama panggilan Ci Una dan kakak beradik Acco Bintaher, dirinya tertarik untuk bergabung mengekspor rokok.

“Pada awalnya Ci Una serta saudara-saudaranya dulunya penyeludup barang-barang dari Filipina, bukan barang-barang jenis minuman keras tapi alat-alat rumah tangga karena Ci Una bersaudara sangat rajin sembahyang. Kemudian Ci Una bersaudara berubah menjadi pengekspor rokok secara legal dari Indonesia ke Filipina, saya tertarik untuk bergabung karena dengan cara legal.” Kata Emilyon.
Lanjutnya, dirinya berubah dari penyeludup minuman keras dan menjadi pekerja pengekspor secara legal, karena keamanan serta penghasilan tetap. Dulunya banyak skali berurusan dengan petugas, bahkan dirinya beberapa kali ditangkap dan barang-barang selundupannya disita sehingga mendapat kerugian yang besar.
“Saat jadi penyeludup, saya beberapa kali harus berurusan dengan pihak berwajib, Yah kalo sudah berurusan dengan pihak berwajib pasti rugi besar, karena barang-barang kami disita. Tapi kalo tidak tertangkap keuntungannya lumayan.”urainya.
Emilyon juga menambahkan dirinya sangat berterima kasih kepada Ci Una bersaudara, karena Ci Una bisa mempercayakan dirinya dan teman-temannya bekerja setiap kali mengekspor rokok ke Filipina dan bisa mendapatkan penghasilan dengan aman serta bisa menambahkan devisa negara.
“Ci Una bersaudara saat ini merupakan pahlawan devisa negara, saya dan teman-teman lainnya bisa bekerja dengan aman dan merasa bangga sebagai pejuang devisa. Sangat berharap pemerintah bisa terus mengfasilitasi kegiatan ekspor secara tradisional karena banyak warga pesisir yang bisa menghidupkan keluarganya.” Tutup Emilyon. (Franky Pungus)
