Penelusuran Naskah dan Perancangan Repositori Arsip Digital Istana Siak

oleh -2057 Dilihat
Oleh : Fatwa Fauzia Marta (Mahasiswa Sastra Minangkabau)

MANUDKRIP adalah segala jenis dokumen yang ditulis atau diketik langsung oleh tangan manusia, berbeda dengan dokumen yang telah dicetak atau disalin dengan mesin secara otomatis atau tidak langsung oleh tangan manusia.

Menurut KBBI, naskah adalah artikel yang masih ditulis tangan dan belum jadi. Beberapa ahli seperti; Film Ferdinand Brunetierre adalah seni menampilkan sifat dan sikap manusia melalui gerak-gerik yang terjadi dalam lakon-lakon yang mewakili isi cerita film tersebut. Naskah karya Imam Suryono adalah drama yang berisi plot atau tindakan yang menjelaskan masalah yang dihadapi tokoh tersebut. Menurutnya, naskah drama adalah naskah tulisan tangan yang menangkap pemikiran dan perasaan yang berbeda sebagai hasil dari budaya bangsa masa lalu.

Kerajaan Siak merupakan sebuah kerajaan yang berpusat di tanah yang terletak di tepi Sungai Siak, sebelumnya dikenal sebagai Sungai Jantan. Kerajaan ini didirikan pada tahun 1723 dan dipimpin oleh Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah, putra dari Sultan Mahmud Syah dari Johor. Ada banyak gagasan untuk memberi nama Siak, baik untuk sungainya maupun untuk kerajaannya. Namun, penamaan Siak sebagai nama kerajaan tentu saja merujuk pada kondisi alam dan adat istiadat yang berlaku pada saat itu. Dahulu, Siak dianggap sebagai kerajaan penting yang setara dengan kerajaan lain seperti Tumasik, Pahang, Malaka, dan Bintan.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Kerajaan Siak bergabung dengan negara kesatuan Republik Indonesia dan berada di bawah pemerintahan Kabupaten Bengkalis di Provinsi Riau. Kawasan ini dikenal sebagai Negeri Sultan karena potensi wisatanya yang masih sangat terbuka untuk investasi. Di sini, wisata sejarah, budaya, dan alam diharapkan dapat berkembang.
Beberapa peneliti manuskrip percaya bahwa sisa-sisa aksara Melayu adalah yang terbesar, bersama dengan bahasa Bali dan Jawa. Menurut Chambert-Loir dan Faturrahman, masih banyak naskah Melayu yang belum disunting dan diterbitkan, baik di dalam maupun di luar negeri, daripada naskah yang sudah disunting dan diterbitkan. Kegiatan cagar budaya seperti ini dapat dilihat sebagai upaya mendukung program Pemerintah Provinsi Riau untuk menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu untuk Asia Tenggara pada tahun 2020. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melestarikan istana. Di Riau Melayu, istana kerajaan Siak yang disebut Asserayah Al-Hasyimiyah hidup dan berkembang. Karena Riau dianggap sebagai
Saat ini, keadaan arsip-arsip peninggalan SSKII masih tetap terjaga dengan baik, namun seluruh arsip belum diolah dan didata secara maksimal. Arsip-arsip tersebut tersedia dalam bentuk manuskrip dan ketikan.

Upaya-upaya telah dilakukan oleh pemerintah Siak untuk memelihara seluruh arsip, seperti restorasi dan digitalisasi arsip yang telah dikerjakan oleh dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak. Dari sekitar 60 ribu arsip yang tersedia, hanya sebagian kecil yang telah direstorasi dan didigitalisasikan. Hasil digitalisasi tersebut belum mencapai tahap publikasi arsip digital sebagai bahan penelitian karena beberapa kendala yang dihadapi oleh lembaga tersebut, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan dana. Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, banyak pengelola arsip yang bergantung pada teknologi informasi untuk mengelola arsip mereka. Namun, Pasal 32 UU Kearsipan menegaskan bahwa sarana dan prasarana kearsipan di lingkungan instansi pemerintah harus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang ada (Indonesia, 2009).

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pengelolaan arsip di seluruh instansi pemerintah Indonesia, termasuk arsip Istana Siak, harus memperhatikan perkembangan teknologi di masyarakat. Dalam menghadapi situasi ini, dilakukan penelitian untuk mengembangkan repositori arsip digital. Keberadaan gudang arsip ini merupakan awal yang baik untuk membantu lembaga dan masyarakat dalam pencarian data sejarah terkait arsip digital Keraton Siak. Oleh karena itu, dilakukan perancangan repositori arsip digital Istana Siak dengan menggunakan aplikasi repositori SETIADI. Repositori ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan arsip digital institusi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.