Penelusuran Naskah Keislaman di Klungkung dan Karang Asem

INDONESIA menyimpan banyak sekali naskah kuno baik yang sudah di ketahui maupun belum diketahui. Naskah kuno asal Indonesia banyak juga di temukan di Negara lainnya seperti jerman, belanda, inggris, dan Negara lainnya. Di dua Negara di eropa yaitu belanda dan inggris telah ditemukan lebih dari 26 ribu naskah kuno tulis tangan asli asal Indonesia, padahal sebenarnya naskah-naskah tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi.

Kali ini saya membahas isi dari penelitian yang di lakukan oleh Agus Iswanto, Umi Masfiah, dan Moch Lukluil Maknun dengan judul ” naskah keislaman di klungkung dan karang asem bali, sebuah penelusuran awal terhadap koleksi masyarakat ”.

Objek formal dari penelitian ini yaitu penelitian filologi di klungkung dan karang asem bali menggunakan metode kodikologi. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti tersebut terhadap pernaskahan yang ada di klungkung dan karang asem bali dapat dikatakan bahwa memang benar ada terdapat naskah disana. Akan tetapi masih banyak naskah keislaman di bali yang belum diungkapkan, baik dalam bentuk deskripsi dan dalam studi khusus, meskipun banyak komunitas Muslim di kota-kota islam Bali memiliki naskah- naskah keislaman.

Salah satu hasil temuan dari penelusuran yang di lakukan oleh peneliti tersebut yaitu 75 naskah-naskah keislaman dari berbagai kampung Islam di Kabupaten Klungkung dan Karangasem, Naskah keislaman yang paling banyak di temukan adalah di karang asem. Naskah- naskah tersebut di temukan di 11 lokasi dengan pemilik yang berbeda.

Naskah keislaman di Klungkung dan Karangasem yang berhasil ditemukan kondisinya masih bisa dibaca, walaupun kebanyakan dari naskah tersebut sudah ada yang berlubang, terkikis bagian pinggir kertasnya, ada yang tidak lengkap atau ada yang kertasnya terkena lunturan tinta sehingga merusak tulisan.

Naskah keislaman di Klungkung dan Karangasem banyak yang menggunakan kertas Eropa sebagai bahan atau alas dari naskah, selain itu juga ada yang menggunakan kertas dluwang, kertas bergaris, bahkan lontar.

Naskah yang menggunakan bahan kertas Eropa ditemukan sebanyak 31 naskah, yang menggunakan kertas dluwang ada 15 naskah, kertas bergaris ada 18 naskah, dari lontar ada 5 naskah, dari kertas Cina ada 3 naskah, dan dari kertas foto copy ada 3 naskah.
Naskah-naskah tersebut awalnya terbuat dari kertas eropa, juga ada yang dari kertas lain itu berarti naskah tersebut sudah di tulis ulang menggunakan tangan, seiring perkembangan zaman naskah tersebut diperbanyak dengan di fotocopy tidak lagi menggunakan motode seperti zaman dahulu yaitu tulis tangan.

Tidak semua gambar cap kertas dapat ditemukan dalam naskah-naskah. Di beberapa naskah juga di temukan beberapa cap kertas yang berhasil didapatkan keterangannya, antara lain cap bandingan C&I Honig, Cap bandingan Blauw & Briel, cap bandingan VdL, Cap bandingan VG dengan cap kertas Mooface in shield.

Bahasa yang paling banyak digunakan dalam naskah keislaman yang ditemukan di klungkung dan karang asem bali yaitu adalah bahasa Melayu. Setelah itu, diurutan kedua adalah bahasa Arab, setelah itu Jawa Kuno, lalu gabungan Arab dan Melayu, gabungan Arab dan Jawa, Jawa, Bali, dan gabungan Jawa, Melayu dan Belanda.

Adapun aksara yang paling banyak digunakan dalam naskah adalah aksara Jawi, Setelah itu aksara Arab, Bali, gabungan aksara Arab dan Jawi, Pegon, dan gabungan aksara Pegon, Jawi dan Latin.

Naskah-naskah yang menggunakan gabungan aksara, baik Arab dan Jawi, Arab dan Pegon, maupun Pegon, Jawi dan Latin, ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan terhadap teks utama, atau terjemahan antar baris.

Adapun beberapa isi dari naskah-naskah tersebut yaitu Hikayat Isra Mikraj, Hikayat Isra Mikraj, Khutbah Min Yaumil Jumat, Tembang Siti Fatimah, Hikayat Isra Mikraj, Lontar Semargame, Lontar Monyeh, Lontar Cerita Rengganis, Lontar obat-obatan, Lontar surat pemberian tanah, Khutbah Jumat , Surat Wakaf, Hikayat Isra Mikraj, Khutbah Nikah, Khutbah, Azimat, Perwatakan lahir, Kitab Barzanzi, Naskah khutbah, Naskah Khutbah Jumat, Kitab Azimat, Khutbah Id, dan Fragmen surat. Penemuan selanjutnya yaitu Naskah-naskah Mushaf Alquran, Di temukan terdapat ada 8 naskah.

Ada juga di temukan Naskah-naskah Berkolofon, Kolofon yaitu catatan penutup oleh penyalin naskah dan terletak di akhir akan tapi tidak menjadi bagian dari teks itu. Biasanya, kolofon berisikan informasi tentang identitas penyalin, waktu dan tempat penyalinan, serta informasi lain terkait kegiatan penyalinan. Dari semua naskah yang di temukan terdapat dua belas naskah yang memiliki kolofon.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*