Minut- Sorotan keras wakil Gubernur Sulut Steven Kandou pekan lalu tentang integritas dan akuntabilitas guru di Sulawesi Utara sangat buruk mungkin tidak diperhatikan oleh kepala sekolah SMA N 1 Airmadidi Minahasa Utara.
Bukan cuma Integritas dan akuntabilitas yang buruk, tapi tidak sopan dan sangat tidak beretika.
Kejadian yang dialami wartawan media saat bersama salah satu rekan yang wartawan di Minut mengunjungi SMA N 1 Airmadidi Minahasa Utara, Senin,(05/05/23), dimana saat wartawan media ini ingin bertemu dengan kepala sekolah SMA N 1 Airmadidi untuk mengkonfirmasi kejadian pemukulan dilakukan siswa perempuan kepada siswa perempuan yang lain, malahan wartawan media ini mendapat pelayanan yang kurang baik.
Salah satu Staf yang berada pas didepan ruangan kepala sekolah melayani wartawan dengan gaya angkat kedua kaki Ditempat duduk dan merokok, padahal didepan ruangan jelas-jelas tertulis “kawasan tanpa rokok”.
Seharusnya kondisi tersebut tidak bole dilakukan dilingkungan pendidikan.
Begitu juga saat melayani terlihat sangat tidak peduli ketua wartawan mencoba meminta nomor WA dari kepala sekolah karena lagi keluar.
Malahan yang awalnya hanya satu kaki diatas tempat duduk, ditambah satu kali lainnya diatas tempat duduk saat bercerita dengan wartawan media ini.
Beruntung ada satu staf yang bersedia memberikan nomor WA kepala sekolah, walapun meminta konfirmasi dulu dari kepala sekolah.
Sayangnya, Kepala sekolah SMA N 1 Airmadidi Cherly Matheuws saat dihubungi media ini lewat pesan WhatsApp tidak menjawab soal pemukulan siswa perempuan, tapi hanya memohon maaf soal kelakuan salah satu staf yang melayani wartawan media ini dengan cara sangat tidak beretika.”kalo soal ini (melayani dengan gaya angkat kaki) saya mohon maaf,” ujar Kepsek SMA N 1 Airmadidi.***
