SULUT, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RPD)Bersama mitra kerja, di ruang komisi III Gedung DPRD Sulut, Senin (29/5/2023).
Hendro Satrio mengatakan tadi kami BPJN Sulut Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait apa yang sudah di kerjakan selama tahun 2022 maupun program dan sedang dilakukan tahun 2023.
Mulai tahun 2022 BPJN Sulut fokus membantu pembangunan pulau terluar yang ada di Provinsi Sulut. Untuk menjaga keutuhan dan stabilitas kawasan NKRI, Sumberaya alam dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan serta memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyakat.
“BPJN Sulut mulai tahun 2022 melakukan penanganan di daerah kepulauan kabupaten talaud, karena termasuk pemgembangan pulau 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal),” ucapnya pada suarasulut.com usai RDP
“lewat paket peservasi Esang-Rainis itu adalah peningkatan jalan tanah 23 kilo yang akan di aspal,” sambung Kabalai BPJN Sulut.
Lanjut Hendro Satrio mengutarakan, tadi juga saat RDP kami menyampaikan bahwa MOR 3 tahap 2 sudah selesai. BPJN Sulut juga mempresentasekan terkait target tahun 2023 dengan pagu alokasi anggaran meningkat di bandingkan dengan pagu anggaran tahun lalu.
“Diantaranya telah menyelesaikan pembangunan jembatan sosongian, jembatan gantung kairagi, jembatan manembo-nembo,” ungkapnya.
“Tahun 2023 pagu kami 862 M, di bandingkan dengan tahun kemarin 738 M, jadi pagi ini meningkat sekitar 130M,” bebernya.
Lebih jauh Hendro Satrio mengatakan, Tahun 2023 ini BPJN Sulut melakukan penanganan lanjutan multiyers-multiyers seperti di Esang-Rainis. Jadi selain kita tangani peningkatan jalan 23 kilo yang sekaligus di aspal, juga melakukan penggantian lima buah jembatan, jembatan kayu menjadi jembatan beton.
“Di talaud juga ada penggantian jembatan panding cs, jembatan ambiya itu ada enam buah jembatan kayu di ganti menjadi jembatan beton,” jelas Hendro Satrio yang begitu akrab, dan transparansi dalam memberikan informasi kepada kalangan insan pers,” tandasnya.
Untuk diketahui, di tahun anggaran 2023 sampai dengan tahun 2024 ada 12 jembatan kayu yang di ganti menjadi jembatan beton oleh BPJN Sulut.***





