Terkait Pembangunan Jembatan dan Jalan di KepulauanTalaud,  Ini Yang Dikatakan Tjangkulung

oleh -680 Dilihat

Sulut, Pemerintah Pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) membangun jembatan Ammat dengan panjang 120 meter dengan pagu anggaran 44 Miliar di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Sherly Tjangkulung mengatakan, Pembangunan jembatan ini untuk menunjang program pemerintah membangun wilayah 3T sebagai wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Dan juga untuk kepentingan masyarakat yang ada di Kepulauan Talaud.

“Pembangunan Jembatan Ammat yang tadinya hanya jembatan kayu sudah di ganti dengan konstruksi jembatan permanen, yang pekerjaan sekarang masih berlanjut dan di kerjakan oleh kontraktor di masa denda, selaku Anggota DPRD Dapil Nusa Utara mendesak pihak kontraktor harus segera menyelesaikannya” ujar Tjangkulung di ruang kerjanya, Selasa (28/3/2023).

Lanjutnya menuturkan, bahwa di Kepulauan Talaud juga ada preservasi jalan Esang-Rainis yang panjangnya melewati beberapa kelurahan.

Adanya penimbunan menggunakan karang itu merupakan pijakan sementara, untuk pembangunan jalan tersebut.

“Itu hanyalah pijakan sementara, mrngingat jalan tersebut sulit di lalui masyarakat karena becek dan berair”

“Bayangkan saja dulu ketika saya akan melewati jalur tersebut dengan kendaraan roda dua tertanam becek hingga muka dan pakaian kotor” sambungnya.

“Untuk tahun ini Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawei Utara (BPJN Sulut) telah melaksanakan preservasi jalan Essang-Rainnis sepanjang 23,4 Km”
pungkas Legislator Dapil Nusa Utara yang sangat dekat dan terbuka dengan pers, sembari mengajak secara rutin melihat langsung dan memastikan bahwa pekerjaan proyek-proyek BPJN Sulut dikerjakan secara benar dan transparan.

Untuk di ketahui, sepanjang tahun 2023, khusus kawasan 3T pemerintah akan fokus melaksanakan pembangunan fisik khususnya jalan dan jembatan. Dengan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan ini, dipastikan akan tercipta satu multi player effeck yakni terciptanya peningkatan kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan perekonomian pemerintah daerah serta secara tidak langsung semakin memperkokoh  keamaman dan wibawah kawasan 3T sebagai beranda terdepan NKRI.

(Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *