
Suarasulut, Manado – Seorang remaja pria berusia 17 tahun viral di media sosial sedang mencari ibunya yang sudah puluhan tahun tidak ada kabar. Kamis, (09/03/2023)
Anak tersebut bernama Arjuna Rugian atau lebih akrab disapa Arjun.
Ibu yang dicarinya bernama Friska Manenda.
Friska dan ayah Arjun sudah berpisah.
Saat diwawancarai tribunmanado.co.id di rumahnya, Friska menceritakan bagaimana dirinya dengan sang anak terpisah.
“Terakhir kami bertemu, saat itu Arjun berusia sekitar 5 atau 6 tahun,” ucap Friska.
Lalu Friska katakan, karena dirinya dengan ayah Arjun sudah berpisah ia pergi bekerja untuk menyambung hidup.
Setelah beberapa waktu kemudian dirinya balik ke Desa Tandu, Lolak, Bolaang Mongondouw untuk mencari anaknya.
“Tapi dapat info dari warga anak saya sudah pindah ke Kotamobagu, tapi alamat jelasnya tidak ada,” terang Friska.
Friska, katakan Arjun pada 2 April mendatang akan genap 18 tahun.
Saat itu dirinya akui hilang jejak untuk mencari karena Kotamobagu itu sangat besar.
“Usaha saya saat itu buka-buka Facebook dan mencari akun Arjun, ada tapi sudah tidak aktif,” tutur Friska.
Setelah itu ia mengaku pasrah dan berpikir positif bahwa suatu waktu pasti mereka akan bertemu atau si anak pasti akan mencarinya.
“Kemarin doa saya dijawab Tuhan, adik saya menelpon bahwa ada anak yang viral mencari ibunya, setelah saya melihat ternyata itu anak saya,” ungkap Friska.
Sementara itu, petugas dari kepolisian Kotamobagu dan Kauditan berkoordinasi memfasilitasi hingga ibu dan anak itu bisa video call melalui whatshapp.
Friska katakan, saat ini Arjun sementara ujian akhir di SMA kelas 12.
Lanjutnya, kemarin saat video janjian nanti ketemuan kalau sudah ada waktu.
“Saat terhubung video call kemarin, saya langsung bertanya kepada Arjun, kakak apa kabar. Arjun jawab oh Arjun pikir mama (ibu) sudah lupa atau tidak kenal lagi.
Kemudian saya sampaikan tidak mungkin ibunya tidak akan mengenal anaknya,” sebut Friska.
Friska sampaikan kepada Arjun, dirinya sudah berusaha mencari tapi tidak menemukan di makan Arjun tinggal.
“Jadi mama sudah menyerah. Tapi mama yakin Tuhan pasti pertemukan,” tutupnya.
Sementara terpisah, Charlie Wijaya saat dimintai keterangan, ia mengaku sangat senang karena dapat membantu.
“Tentunya ucapan terima kasih kepada Tuhan, Polisi, dan informan yang telah membantu. Tidak sia-sia pencarian selama kurang lebih 1 minggu, dan saya sangat senang” ujar Charlie Wijaya.
(Kifli Polapa)