Minut- Dunia pendidikan di Minahasa memang harus membenah. Selain permasalahan pekerjaan swakelo kelompok masyarakat (pokmas) di Diknas Minut dengan anggaran Rp. 27 Miliar lebih yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir masyarakat Minut, ternyata di Minahasa Utara masih ada bangunan sekolah yang sudah terlihat kumuh. Sebenarnya sekolah inilah yang harus diperbaiki oleh Pemkab Minahasa Utara lewat DAK Rp.27 Miliar tahun 2022.

SMP Negeri 5 Satu Atap (Satap) Likupang Barat yang terdapat di desa Paputungan.
Pantauan media ini, Kamis,(16/02/23), bangunan sekolah yang hanya memiliki tiga ruangan belajar tersebut, semua sudah terlihat kumuh. Kepala sekolah SMP N 5 Satap Likupang Barat Jembris Humaling yang ditemui media ini mengatakan, saat ini sudah memohon kepada Diknas Minut untuk mendapat bantuan berupa renovasi ruang kelas yang sejak tahun 2007 di bangun. “Saya sudah memohon kepada Diknas untuk mendapatkan bantuan berupa renovasi ruang kelas,” ujar Humaling dengan nada memohon.

Humaling memjelaskan bahwa tahun 2022 sempat ada perbaikan satu ruangan dengan anggaran Rp.100 juta, tapi itu lewat dana aspirasi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
“Beberapa waktu lalu sempat viral salah satu gedung yang sudah mau hancur,tapi tahun 2022 sudah diperbaiki lewat dana aspirasi.” Kata Humaling.
Humaling juga menambahkan, karena kondisi gedung sekolah seperti saat ini, banyak siswa mancari sekolah didaerah lain. “Saat ini jumlah siswa hanya sebanyak 51 orang, karena kondisi gedung sudah sangat memprihatinkan banyak yang cari sekolah didaerah lain.” Tambah Humaling.(FP)
