Pasar Rakyat Trikora dan Tona Diresmikan Rinny Tamuntuan, Digadang Bakal Topang PAD Sangihe!

Senin, (13/2/2023) Penjabat (PJ) Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan bersama rombongan terlihat mendatangi Pusat Kota Tahuna. Bupati perempuan pertama di Tanah Tampungang Lawo ini dijadwalkan akan meresmikan 2 bangunan yang dibangun dengan menggunakan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah tahun 2021 yakni Pasar Rakyat Trikora dan Pasar Tona dan acaranya sendiri dipusatkan di Pasar Rakya Trikora yang berlokasi di Kelurahan Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna ini.

Sejak awal pembangunannya pada tahun 2022 yang lalu, Pasar Rakyat Trikora dan Pasar Tona ini digadang-gadang bakal menjadi salah satu penopang pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kepulauan Sangihe.

PJ Bupati Rinny Tamuntuan menggunting pita, tanda diresmikannya Pasar Rakyat Trikora dan Tona

Pasar Trikora yang dibandrol Rp. 31.299.900.000 merupakan pasar 3 lantai ini memiliki 121 kios; yakni 50 kios lantai dasar, 51 kios untuk lantai dua dan 20 kios untuk lantai ketiga, dan 1 Mushola.

Persemian pasar Rakyat Trikora dilakukan secara langsung oleh Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe dr. Rinny Tamuntuan.
Tamuntuan berharap Pasar Rakyat Trikora dan Pasar Tona mampu memberikan Peningkatan Ekonomi di Kepulauan Sangihe

Tampak PJ Bupati Rinny Tamuntuan menandatangani prasasti sebagai simbol Pasar Rakyat Trikora dan Tona sudah diresmikan

Dalam sambutannya, Tamuntuan menitipkan keberlangsungan pasar Trikora dan Tona tidak hanya kepada pengelola, tapi juga kepada pengusaha dan atau penjual yang menggunakan fasilitas pasar Modern Sangihe ini.

“Dimohon agar tetap memperhatikan kebersihan dari pasar. Terkait penggunaan bangunan ini, meskipun milik pemerintah tapi mari kita sama-sama merawat bangunan ini. Mengingat Bangunan pasar Rakyat Trikora dan Pasar Tona di bangun menggunakan Anggaran PEN yang tentunya bukan cuma-cuma di dapatkan oleh Pemerintah, ini berupa hutang, jadi kita harus berpikir bagaimana menyiapkan anggaran untuk membayar bunga dan membayar pokok dari hutang,” kata Tamuntuan

PJ Bupati Rinny Tamuntuan bersama Wakil Ketua DPRD Sangihe, Ferdy Sondakh dan Kadisperindagda Sangihe, Rifay Mahdang

Tentu bukan sekedar persoalan merawat, Istri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Fransiscus Andy Silangen ini pun berpesan agar pengelola taat pada aturan serta penataan yang sudah ditetapkan dinas terkait.

“Ini disampaikan agar pasar Trikora tidak amburadul namun tertata dengan baik,” sentilnya.

Tampak PJ Bupati Rinny Tamuntuan sedang berbincang dengan salah satu pedagang yang menjual furniture di Pasar Rakyat Trikora

Hal ini disampaikan Tamuntuan karna pembangunan pasar merupakan hasil dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sejatinya harus dibayarkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kepada Pemerintah Pusat.

“Jadi ada konsekuensi untuk membayar hutang dan bunga dari pembangunan ini. Jadi diharapkan pasar ini dimanfaatkan dengan baik sebagai salah satu sumber PAD,” kuncinya.

Gedung Pasar Rakyat Trikora yang sudah beroperasi

PJ Bupati juga mengajak para pengelola kedua Pasar tersebut untuk terus memberi perhatian lebih pada penggunaan bangunan pasar, pemanfaatan bangunan serta kebersihannya.

“Mari kita rawat sebaik mungkin, jangan berpikir bangunan ini milik pemerintah terus di biarkan menjadi kotor. Pihak pengelola harus betul-betul punya kerjasama yang baik dengan pihak Pemerintah,” jelas Tamuntuan.

Pasar Rakyat Tona yang telah diresmikan

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Daerah Kepulauan Sangihe Rhivai Mahdang dalam Laporannya mengatakan, pembangunan kedua pasar tersebut menggunakan Anggaran Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah dikarenakan bangunan yang lama sudah tidak layak dan kumuh.

“Proses perencanaan dimulai sejak tahun 2021 hingga 2022, selesai di bangun akhir tahun 2022 dengan nama program sarana distribusi perdagangan dengan paket pekerjaan pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat Trikora dan Pasar rakyat Tona, dengan anggaran biaya untuk Pasar rakyat Trikora sebesar Rp. 31.229.000.000, dan untuk Pasar rakyat Tona sebesar Rp. 5.489.000.000,” tutup Mahdang.

(Advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *