Bulan pertama di tahun 2023 baru saja akan berakhir, namun eksistensi dari Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan benar-benar patut diapresiasi. Bagaimana tidak, meskipun Tanah Tampungang Lawo (Sangihe) sempat dilanda bencana di awal tahun ini, Bupati perempuan pertama di Sangihe ini pun langsung bergerak cepat meninjau lokasi bencana dan menyerahkan bantuan bagi para korbaan.

Atas kesigapannya dalam penanggulangan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia langsung merespons peristiwa bencana alam yang menerjang Tanah Tampungang Lawo, dengan memberikan bantuan berupa uang tunai dan logistik bagi warga yang menjadi korban bencana alam. Uang tunai sebesar Rp500.000.000, dukungan Operasional senilai Rp250.000.000, logistik, dan dukungan peralatan kebutuhan berupa selimut 1000 pcs, matras 1000 pcs, terpal 1000 pcs dan tenda 50 buah yang diterima langsung oleh Bupati tercinta, Rinny Tamuntuan.
Tak sampai disitu saja, Bupati yang juga seorang dokter ini juga terus peduli dengan kebutuhan utama yang mendasar bagi masyarakat di kepulauan Sangihe, yakni Fasilitas Kesehatan (Faskes). Ini terbukti saat Bupati Tamuntuan hadir dan meresmikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Liung Paduli di Kecamatan Tabukan Utara (Tabut) pada Senin, (30/1/2023).

Dalam Sambutannya, PJ Bupati Tamuntuan mengatakan dengan diresmikannya ruangan IGD RSU Liung Paduli tentu akan terus dan lebih meningkatkan kinerja dari Semua Tenaga Kesehatan yang ada di Faskes ini.
“Kiranya para Nakes disini akan terus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat Sangihe,” kata Tamuntuan

Lanjutnya lagi, Tahun 2023 hingga 2024 mendatang, Kepulauan Sangihe akan mendapatkan anggaran yang cukup baik dari kementrian kesehatan dikarenakan kepulauan Sangihe masuk dalam wilayah perbatasan yang tentunya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.
“Kita doakan bersama, Wilayah Selatan Kepulauan Sangihe belum ada Rumah sakit, tentunya Pemkab Sangihe akan memberikan perhatian dengan Membangun Rumah Sakit di Wilayah Selatan, rencananya akan di bangun Rumah Sakit Pratama dan untuk perencanaannya harus di siapkan tahun ini,” Ungkap Tamuntuan

Tamuntuan juga menjelaskan, telah di lakukan pembahasan dengan Direktur Rumah Sakit Prof Kandouw Manado untuk kesiapan para Dokter-dokter Ahli yang nantinya akan di siapkan ketika sudah ada Rumah Sakit Pratama di wilayah Selatan Sangihe.
“Pembangunan Sarana dan Prasarana Kesehatan adalah hal yang paling mendasar dalam upaya membangun Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selain kedepan akan di bangun Rumah saki Pratama di wilayah Selatan Pemkab Sangihe juga akan meningkatkan semua Puskesmas dan Pustu yang ada di setiap wilaya kecamatan dan Pulau-pulau Perbatasan,” jelas Tamuntuan.

Sementara itu Direktur RSUD Liung Paduli, dr. Polideng Dalawir saat membacakan laporan pelaksanaan pembangunan IGD mengungkapkan bahwa pelaksanaan pekerjaan pembangunan adalah 120 hari kalender, terhitung sejak 22 Juli 2022 hingga 17 November 2022.
“Pekerjaan pembangunan IGD ini sudah dilaksanakan Provisional Hand Over (PHO) pada tanggal 11 November 2022 atau sekitar 1 minggu sebelum batas akhir penyelesaian pekerjaan. Pembangunan IGD menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler tahun 2022 dengan pagu anggaran Rp.2.039.934.117,- dengan nilai kontrak sesuai Berita Acara (BA) hasil pemilihan Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan Konstruksi 7 Bagian Pengadaan Barang dan Jasa sebesar Rp.1.828.395.000,-,” ungkap dr. Polideng Dalawir.

Lebih lanjut dituturkannya, pengawasan dan pendampingan pelaksanaan pekerjaan pembangunan IGD ini, didampingi dan diawasi Konsultan Pengawas, Inspektorat Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Aparat Pengawas Internal Pemerintah, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sangihe melalui Tim Pengawalan dan Pengamanan Pembangunan Strategis Kejari Sangihe
“Untuk itu, izinkan kami untuk mengucapkan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada pihak yang telah membantu pengawasan ini, hingga bisa selesai tepat waktu dan tepat mutu. Capaian yang kami peroleh, pembangunan IGD yang baru dengan luas bangunan sebesar 225 meter persegi, dan luas bangunan ditambah dengan selasar dan koridor penghubung ke bangunan utama, sebesar 360 meter persegi,” kata Dalawir lagi.

Mengakhiri laporannya dr. Dalawir menuturkan bahwa bangunan IGD ini memiliki daya tampung 13 tempat tidur, termasuk 2 tempat tidur isolasi yang sudah diisi dengan peralatan kesehatan yang juga diadakan lewat DAK tahun 2022 berupa tempat tidur pasien, Elektrokardiografi (EKG), Monitor, Defibrilator, Suction dan Syringe Pump
(Advertorial)
