SMKN 6 Manado Mengacu Pembelajaran Kewiraswastaan (Tefa). Salele : Mari Support Kemajuan Siswa, harus Kerja sama dari Orang Tua

oleh -413 Dilihat
Kepala SMK Negeri 6 Mando Dra Altje Salele MPd

Manado, SMK Negeri 6 Manado mulai berkibarkan Sayap dalam dunia pendidikan mulai dari tingkat daerah. Perubahan sudah terlihat jelas saat kepemimpinan Dra Altje Salele MPd. Semua program kealian langsung di gerakan Teaching Factory (Tefa).

 

Dengan adanya teaching factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. ” siswa dan siswi smk dibentuk pembelajaran yang mandiri,dan bias berwiraswasta dengan sesuai program keahlian mereka. Mendidik kemandirian dan membentuk karakter adalah tujuan utama.” Ucap Salele.

saah satu pembelajaran Kewirausahaan SMK Negeri 6 Manado

Salah satunya sudah berjalan program keahlian Pekerjaan Sosial jurusan, layanan kesehatan, Teknologi Farmasi dan Teknik Laboratorium .kalo borasi dari tiga jurusan tersebut membuat tefa memproduksi minuman sehat dari bahan alami membuat minuman jamu. “ ternyata di sekolah mempunyai guru professional dalam bidang tersebut, makasaya langsung membuat ruangan praktek untuk siswa agar bias berkarya dalam bida dan keahlian mereka,” kata Kepsek. Tefa SMK Negeri 6 Kota Manado sudah terdaftar dan bekerja sama Dinas Koperasi dan UMKM Daerah Sulut.

 

Meningkatkan kualitas siswa dengan membutuhkan perlengkapan praktek yang standart. Lanjut Salele bahwa meningkatkan kualitas siswa dalam berkarya harus membutuhkan guru profesional dan barang yang berkualitas. Pembiayaan tersebut tidak semua bisa menggunakan Dana Biaya Opersional sekolah (BOS), maka akan disiasti dengan biaya partisipasi orang tua” Partisipasi pendidikan itu sangat penting, menunjang kemajuan siswa dalam prestasi dan kreatifitas dalam berkarya. Mengikuti aturan Pergub dalam Dunia Pendidikan”.

 

Lanjut Kepsek bahwa kesepakatan ini sudah dibicarakan oleh orang tua siswa saat melakukan pertemuan tatap muka perdana kepsek dengan orang tua siswa,” Penjelasan untuk Dana Patisipasi sudah dipahami dan disepakti bersama, pada saat pertemuan , banyak orang tua siswa yang sudah menjetujui dan melihat kemajuan sekolah tersebut.” Tegasnya.

Tambah kepsek pada saat rapat menjelasakan kepada orang tua siswa memperhatikan partisipasi  orang tua siswa kepada pihak Komite sekolah selain menunjang siswa untuk praktek ada biaya besar pengeluaran untuk guru Honar yang mengajar di sekolah “ biaya partisipasi kepada penggurus komite sekolah itu paling besar dibayarkan honor sekolah, dan juga menggunakan biaya perlengkapan praktek sekolah yang tidak bias di biayai oleh Dana Bos sesuai Rkas BOS.” Ungkapnya.

Dengan ungkapan kepsek banyak orang tua langsung merespon dan menyetujui,karena sudah terlihat dalam perkembangan lingkungan sekolah dan aktivitas siswa. (AgungSugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *