Kepala Sekolah SMAN 1 Tabut, Juinar, S.Pd Ajak Pemuda-Pemudi Tunjukan Semangat Lewat ‘Karya, Kata, dan Kerja’ pada Peringatan HSP Tahun 2022

Sangihe, SuaraSulut.com Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tabukan Utara (Tabut), Juinar,S.Pd mengucapkan Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-94 tahun 2022 ini.

Pada peringatan Sumpah Pemuda kali ini, sebagai pendidik yang bertanggung jawab membentuk jiwa dan watak peserta didik serta membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa, Juinar mengajak para pemuda-pemudi untuk terus mengobarkan dan menunjukan semangat muda lewat “Karya, Kata da Kerja” khususnya bagi para pemuda-pemudi di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Guru berparas cantik asal Kendari, Sulawesi Tenggara ini menjelaskan sesuai petunjuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI makna dari logo peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2022 mencerminkan persatuan bangsa yang multikultural, jiwa kepemudaan yang terus semangat, tegas, dan keyakinan‑keyakinan untuk selalu adaptif dalam segala transformasi.

“Logo ini merupakan sebuah refleksi dari nilai‑nilai Bhinneka Tunggal Ika yang mempersatukan keanekaragaman bangsa untuk mencetak pemuda yang ikut serta ‘Bersatu Bangun Bangsa’ sesuai dengan tema HSP kali ini,” tegas Juinar

Menurutnya, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda harus dijadikan momen perekat persatuan bangsa ini.
Bangsa ini akan tetap kokoh, jika pemudanya mampu memahami ikrar dan makna sumpah pemuda itu. Selamat hari sumpah pemuda. Karena pemuda-pemudi sebagai generasi bangsa harus tetap berenergi demi NKRI.

Juinar menuturkan bahwa arti dari Sumpah Pemuda adalah tentang menyikapi dan menyatukan perbedaan. Perayaan hanyalah sebuah pengingat akan semangat pemuda masa lalu. Yang terpenting adalah bagaimana memaknainya.

“Mari bersama-sama kita majukan bangsa Indonesia dengan semangat kepemudaan, dan semoga pemuda-pemudi Indonesia khususnya di Tanah Tampungang Lawo ini tetap ingat sumpah ini dan mengamalkannya.
Untuk kau para pemuda-pemudi belajarlah tanpa kenal lelah, jadilah pemuda yang berkualitas dan selalu junjung tinggi rasa cinta terhadap tanah airmu,” ujarnya

Meskipun begitu, sebagai pimpinan pengajar di salah satu sekolah Top di Tabukan Utara ini, Juinar merasa bahwa sebagai guru dalam era yang serba teknologi saat ini, kemajuan bidang pendidikan sangatlah bertambah dari waktu ke waktu. Peranan guru sangat dominan karena pendidikan tidak terlepas dari kepiawaian guru dalam membina anak-anak bangsa ini.

Kebangkitan guru dalam menghadapi tantangan globalisasi di era digital menjadikan tantangan yang nota bene memerlukan penguasaan alih teknologi. Teknologi media dari manual konvensional beralih ke Informasi Teknologi digital. Perkembangan literasi media digital tak terbendung menjamur dan merajalela dalam bentuk aplikasi media sosial.

“Pemanfaatan media sosial yang saat ini sulit dibendung. Dimana media sosial sebagai salah satu alat komonikasi yang efektif karena dapat diakses oleh siapapun dengan mudah dan cepat. Banyak berita Hoax yang terjadi. Berita Hoax jika tidak diawasi dan diluruskan, akan dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa, yang susah payah diperjuangkan oleh para pendahulu kita,” tutur Juinar

Guna menangkal semua itu sambungnya, maka peranan guru adalah mengawasi dan memberikan pemahaman kepada anak didik, dalam mengakses konten, wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan dan manfaat untuk pembentukaan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-lnilai agama dan budaya Indonesia.

Kebangkitan guru yang mampu menstimulus informasi dan berita-berita yang menyejukan, yang mendidik, yang dapat meyatukan perbedaan diantara anak bangsa, sebagaimana yang telah bertumbuh sejak disepakati dan diucapkannya SUMPAH PEMUDA 28 Oktober 1928 yang lalu.

“Guru sebagai seorang literat harus memahami konten media digital yang dapat membuka beberapa ruang terjadinya berbagai pandangan. Menjadikan pendapat masyarakat serta adu opini yang kemungkinan juga mempengaruhi keputusan-kaputusan bagi mereka yang berkepentingan.
Peran serta guru dalam mengadopsi informasi yang disajikan oleh media digital harus mampu menjadi perekat dan penguat keutuhan dan kedaulatan NKRI,” tandasnya

(Erick Sahabat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version