Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ke Masyarakat

oleh -771 Dilihat
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Melky Jakhin Pangemanan menggelar sosialisasi wawasan Kebangsaan di Manembo-nembo, Kota Bitung.

Manado– Merawat nilai-nilai wawasan kebangsaan, meliputi penghargaan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, berkehidupan kebangsaan bebas, merdeka, bersatu, Cinta akan tanah air dan bangsa serta Demokrasi atau kedaulatan rakyat dan Kesetiakawanan sosial, Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut, turun melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Sosialisasi wawasan kebangsaan dilaksanakan para wakil rakyat, 15 hingga 28 Februari 2022. Wakil Ketua DPRD Sulut Victor Mailangkay, menggelar Sosbang di Karombasan dan Tuminting Kota Manado.

Wakil Ketua DPRD Sulut Victor Mailangkay, menggelar Sosbang di Karombasan dan Tuminting Kota Manado.

Dalam sosialisasinya, Mailangkay menyatakan, wawasan kebangsaan Indonesia, lahir sebagai reaksi dan perlawanan gigih terhadap kolonialisme Belanda mendominasi di bidang politik, eksploitasi ekonomi serta penetrasi budaya, sehingga rakyat Indonesia merasakan penderitaan lahir dan batin mendalam.

Mailangkay berharap, melalui sosialisasi wawasan Kebangsaan ini, diharapkan baik dirinya sebagai Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut serta masyarakat mengikuti sosialisasi semakin mantap dan kokoh jiwa, semangat dan rasa kebangsaannya.

“DPRD dan masyarakat menjadi garda terdepan bersama seluruh elemen bangsa berjuang melawan berbagai Virus dan penyakit menyerang Integritas dan keutuhan Bangsa Indonesia melalui peningkatan wawasan Kebangsaan,” tegas Mailangkay.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di Desa Tounelet dan di Desa Tincep Kecamatan Sonder.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di Desa Tounelet dan di Desa Tincep Kecamatan Sonder.

Anggota DPRD dari dapil Minahasa-Tomohon itu berpesan, masyarakat tetap menjaga diri dari paham-paham bisa memecah bela persatuan dan kesatuan Indonesia.

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Melky Jakhin Pangemanan menggelar sosialisasi wawasan Kebangsaan di Manembo-nembo, Kota Bitung.

Waworuntu menitipkan kepada masyarakat di dua Desa tersebut merawat bersama kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Melky Jakhin Pangemanan menggelar sosialisasi wawasan Kebangsaan di Manembo-nembo, Kota Bitung.

Kata MJP sapaan akrabnya, sangat mengharapkan masyarakat didalamnya dapat tetap menjaga kehidupan harmoni telah terjalin di tengah kemajemukan.

MJP mengungkapkan, kegiatan sosialisasi wasbang begitu penting untuk dilaksanakan di Sulut. DPRD Sulut menurutnya, menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari tanggungjawab moril mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan.

Tapi juga mengedukasi publik memperkuat kebersamaan, kesatuan di tengah kepelbagaian, di tengah pluralisme di Sulut bahwa bangsa kita, daerah kita begitu kuat karena perbedaan yang ada,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut ini.

Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos menyambangi Desa Kolongan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) guna mensosialisasikan tentang wawasan kebangsaan.

Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos menyambangi Desa Kolongan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) guna mensosialisasikan tentang wawasan kebangsaan.

Kapojos memaparkan pentingnya masyarakat memahami apa itu wawasan kebangsaan, dikarenakan bangsa Indonesia memeliki berbagai macam suku, agama, serta ras.

“Bicara wawasan kebangsaan memberikan pengertian tentang kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal lka dan NKRI,” tegas Kapojos.

Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Sulawesi Utara, Nick Adicipta Lomban, juga melaksanakan tanggungjawabnya melakukan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Soswasbang) di dua lokasi berbeda di Kota Bitung yakni Kecamatan Maesa dan Kecamatan Madidir.

Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Sulawesi Utara, Nick Adicipta Lomban, juga melaksanakan tanggungjawabnya melakukan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Soswasbang) di dua lokasi berbeda di Kota Bitung yakni Kecamatan Maesa dan Kecamatan Madidir.

Nick mengatakan wawasan kebangsaan dianggap sangat penting dalam hubungan antar bangsa dan dalam pergaulan antar bangsa lain di dunia internasional. “Wawasan kebangsaan mengandung komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan meningkatkan kualitas hidup bangsa. Konsep kebangsaan merupakan hal yang mendasar bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.

Nick mengingatkan masyarakat tetap memperkuat kecintaan dan rasa memiliki terhadap NKRI.”Semua harus kita perlihara dengan berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” kata Nick.

Sekretariat DPRD Sulut di bawah kendali Sekwan Glady Kawatu pun melakukan monitoring atau pengawasan terhadap pelaksanaan sosbang anggota Dewan Sulut.

Kawatu mengatakan sosbang ini lahir dari inisiatif pimpinan dan anggota DPRD Sulut dan telah dianggarkan melalui APBD Sulut tahun anggaran 2022.

Saat melaksanakan monitoring Kawatu senantiasa menyampaikan arti pentingnya dilaksanakan sosbang.“Wawasan kebangsaan ini diharapkan sebagai sarana untuk memberikan pedoman dalam melaksanakam tugas setiap warga negara baik pemerintah, ASN, Dosen, Legislatif, Yudikatif, nelayan, sopir dan siapapun. Dapat berindak didasari cara pandang yang sama untuk secara bersama sama memajukan dan melindungi NKRI,” pungkas Kawatu.(ahmad/advetorial)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.