PT MSM Tanda Tangan Kesepakatan Bersama Warga, Soal 20 Bidang Tanah Di Rinondoran

oleh -216 views
KERJASAMA: warga desa Rinondoran kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara melakukan pertemuan dengan PT MSM di kantor kehumasan PT MSM di desa Rinondoran.(foto:angky)


SUARASULUT.COM, MINUT- Sejumlah warga desa Rinondoran kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara melakukan pertemuan dengan PT MSM di kantor kehumasan PT MSM di desa Rinondoran, Selasa (13/10/21).

Pertemuan dengan PT MSM dilakukan warga dikarenakan permasalahan kepemilikan 20 bidang tanah yang telah diklaim milik PT MSM.

Dalam pertemuan tersebut, yang dihadiri langsung para petinggi PT MSM Yustinus Hari Setiawan dan Farly Rondonuwu telah mendapat kesepakatan bersama antara warga pemilik lahan dan pihak PT MSM dan mengetahui pemerintah setempat dan ditandatangani pihak kepolisian sebagai saksi.

Dalam kesepakatan tersebut terdapat empat poin yaitu,

1.  PT MSM dan warga menyepakati batas milik lahan warga sesuai dengan data pengukuran milik desa.

2. Untuk lebih memastikan batas dilapangan, PT MSM bersama warga pemilik lahan,  BPN dan pemerintah desa akan melakukan pengecekan/pengukuran kembali batas tanah secara bersama.

3.  Hasil dari pengukuran dan verifikasi data baik dari pemerintah desa, BPN dan warga akan menjadi acuan perubahan Kordinat perubahan kepemilikan warga dan perusahaan.

4. PT MSM bersama warga menyepakati jangka waktu penyelesaian sampai akhir Oktober 2021.

Sebelumnya, warga mengetahui bahwa lahan itu sudah terdaftar milik PT MSM  disaat mereka mengikuti program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Presidem Jokowi, atau pembuatan sertifikat, dan terpending karena sudah terdaftar milik PT MSM.

Mengetahui hal tersebut, mencari cara untuk berkomunikasi denga pihak perusahaan, tapi hampir sebulan tidak memdapatkan tanggapan dari perusahan. Dan akhirnya, warga langsung memblokir jalan masuk PT MSM dan meminta hukum tua untuk mengfasilitasi melakukan pertemuan dengan pihak PT MSM untuk mempertanyakan 20 bidang tanah yang terkendala dalam pembuatan sertifikat karena sudah diklaim masuk wilayah perusahaan.

Menurut Prisilia Mokodompis warga desa Rinondoran, bahwa mereka baru tahu saat pembuatan sertifikat dan di pending oleh BPN pertengahan bulan September 2021. Dengan kendala tersebut, warga berusaha melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan untuk mempertanyakan soal hak warga.

“Kami datang kesini untuk meminta hak kami, ada sekitar dua puluh bidang tanah telah terambil oleh PT MSM, dan itu benar-benar hak kami.” Kata Prisilia.

Hukum tua desa Rinondoran Richardno Tatuil yang diwawancarai media ini mengatakan, bahwa benar dua puluh bidang tanah sesuai register desa terdaftar milik warga.

“PT MSM mengklaim bahwa 20 bidang tanah sudah termasuk wilayah perusahan, tapi dengan pertemuan ini sudah mendapat titik terang bahwa PT MSM akan mengembalikan apa yang menjadi milik warga.” Ujar Tatuil.

Yustinus Hari Setiawan manager CSR PT MSM usai pertemuan dengan warga mengatakan, pertemuan dengan warga berjalan dengan baik, dan pada dasarnya permasalahan yang ada akan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Pada prinsipnya PT MSM tidak akan pernah mengambil hak milik orang lain, begitu juga dengan milik kita, kita tidak mau diambil oleh orang lain. Yang pasti masalah ini akan diselesaikan secara kekeluargaan dengan baik-baik.” ungkap Yustinus Setiawan.(angky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.