Di Bolmut, dr Devi Pantau Vaksinasi Anak, Resmikan PUSPAGA dan Beri Materi P3A

oleh -1342 Dilihat

SEPUTARSULUTNEWS,BOLMUT – Pantau pelaksanaan vaksinasi anak, meresmikan Sekretariat Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan beri materi P3A. Inilah rangkaian kegiatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah Provinsi Sulut, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, di Bolmut, Rabu (28/07/2021).

Setelah meresmikan Sekretariat PUSPAGA, dr Devi langsung meninjau ruangan. dr Devi mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), saat ini dilibatkan secara langsung dalam peningkatan layanan Pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). 

Sekretariat Puspaga tersebut didirikan di gedung wanita yang berlokasi di Desa Boroko Timur, Kabupaten Bolmut. 

dr Devi juga mengkukuhkan forum anak Kabupaten Bolmut. Bahkan dr Devi juga dipercaya membawakan materi terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (P3A).

Dalam materinya, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos menerangkan, jumlah anak dengan usia 0-17 tahun di Provinsi Sulut tergolong besar sekira 31 persen. Sedangkan untuk Kabupaten Bolmut menurut dr Devi, memiliki populasi anak sebesar 35 persen dari jumlah penduduk. Sehingga menurutnya, harus menjadi perhatian penting dari pemerintah agar pembangunan anak di Bolmut bisa dilakukan secara maksimal.

Ia mengatakan bahwa, 31 persen adalah anak-anak usia 0-18 tahun. Di Bolmut, untuk penduduk anak sekitar 35 persen dari total jumlah penduduk. 

“Nah hak anak ini harus dijamin semua pihak. Karena telah diamanatkan UU. Saya berharap agar semua hak pemenuhan anak bisa dimasukkan dalam setiap pengambilan kebijakan

pembangunan daerah. 

dr Devi juga mengatakan bahwa, dirinya bakal mendukung Pemkab Bolmut untuk mewujudkan Bolmut sebagai daerah Layak Anak (KLA).

“Sulut ini berada di ranking 11 angka perkawinan anak. Ini termasuk tinggi. Saya ingin menyampaikan bahwa forum anak dan pemerintah daerah harus kerja keras. Agar angka perkawinan anak. Karena akan banyak dampak yang diterima anak jika melakukan perlawanan usia dini. Mulai dari tingkat putus sekolah, mengganggu kesehatan perempuan, bisa menyebabkan generasi stunting serta KDRT,” bebernya.(wal/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.