Tim Hukum SBRG Usut dan Laporkan Penyebaran Video Dusta

oleh -804 views

SUARASULUT COM,BILTIM– Video pengakuan “pengusiran” seorang pria bernama Ip Mokoagow, warga Nuangan, memancing kontroversi publik.

Pasalnya Ip Mokoagow mengaku diusir pemilik lahan, karena beda pilihan politik. Pihak yang ia sebut mengusir adalah pemilik lahan, Papah Iki (Sunarto Kadengkang, warga Nuangan, Anggota DPRD Boltim, Partai Gerindra).

Sontak video kontroversial ini viral, diposting di sejumlah akun Facebook, dan ramai memperoleh respon.

Lantas bantahan bermunculan. Paling keras adalah dari keluarga Om To (pemilik lahan, sapaan akrab Sunarto Kadengkang).

Menurut Tiwi Kadengkang, puteri Om To, pernyataan Ip Mokoagow adalah keji dan tak tahu diri. Tak benar jika orang tua kami melakukan pengusiran.

“Keluarga kami sudah mengecek, termasuk ke Ip Mokoagow, ternyata tak ada ucapan pengusiran, bahkan orang tua kami tak pernah datang ke tempat pengusiran,” bantah Tiwi.

Dijelaskan, Ip Mokoagow ini telah lama menumpang tinggal di tanah lokasi keluarga mereka, sudah bertahun-tahun. Gratis, tanpa bayar.

Keluarga kami sudah membantu mereka. Kenapa dia sekarang tega menyebarkan dusta? Sesal Tiwi.

BANTAHAN VIDEO PENGUSIRAN TANAH

Seluruh Narasi Video Adalah Fitnah
dan Pencemaran Nama Baik, dilakukan sepihak, tanpa ada informasi berimbang dari pihak yang dituduh—-

Kronologi dan Narasi:
Hari minggu sore (22/11) beredar tayangan video, tentang “pengusiran” terhadap warga yang menempati sebuah lokasi tanah, Kampung Desa Nuangan Selatan, Kecamatan Nuangan.

Inti narasi video adalah: pengakuan seorang warga, bernama insial If, yang mengaku diusir dari tempat dia bermukim. Seraya menuduh terjadi pengusiran dan pembongkaran, atas perintah Papah Iki (Sunarto Kadengkang, warga Nuangan).

Benarkah? Berikut uraiannya.

Pernyataan Inti Video:
Dalam video, seorang pria (dikenal sebagai If), detik ke 23, terdapat pernyataan:

“Kita ini pemilih Alul, kong suru iko Boroma, kong suruh bongkar, terpaksa kita bongkar.” (Saya ini pemilih Alul, dan disuruh ikut ke Suhendro, jika tidak maka akan diusir).

Lalu terdengar suara perekam video, Siapa yang suruh bongkar: “Papah Iki” (maksudnya Bapak Sunarto Kadengkang, atau Om To, Warga Nuangan).

Penyebaran Video
Video ini diposting dan disebar oleh beberapa akun, di sekitar Minggu sore, dan mendapat tayangan serta komentar cukup banyak. Sumber postingan awal adalah dari Akun Facebook bernama Winda Mokoagow, ditag (ditandai) ke Akun Juwita Mokoagow, serta dishare juga oleh Akun bernama Harsono R. Mokodompit dan Samskar Mamonto Manoppo. Semua postingan ini, terjadi di Hari Minggu Sore (22/11). Dilihat dari profil dan beranda akun-akun penyebar tersebut, terlihat sebagai pendukung Pasangan Calon Bupati Boltim Nomor 2.

Lalu benarkah peristiwa ini murni pengusiran?

Warga dalam video yang mengaku diusir, adalah peminjam lahan, dan menumpang bermukim di lokasi tanah milik Bapak Sunarto Kadengkang, di Kampung Irian, Desa Nuangan Selatan. Sudah bertahun-tahun menetap dan menumpang hidup di tanah milik Om To (sapaan akrab Bapak Sunarto Kadengkang). Selama ini, tak terjadi peristiwa apapun.

Keterangan Bantahan:
Setelah dilakukan verifikasi, terjadi keterangan yang membantah seluruh isi pernyataan dari narasumber video.

Pertama, tak pernah ada pernyataan langsung dari Om To, sebagai pemilik tanah, terhadap If (pengguna lahan). Klaim dari If di dalam video adalah sepihak dan tidak terbukti sama sekali.

Kedua, Om To tak pernah datang ke lokasi tanah miliknya yang dipakai secara gratis (bertahun-tahun) oleh If, serta melakukan pengusiran, atau ucapan pengusiran. Pernyataan ini jelas rekayasa dan mengada-ada.

Ketiga, pihak keluarga Om To, baik Dicky Kadengkang, Hafidz Kadengkang, dan Tiwi Kadengkang (sebagai anak-anak Om To), menanyakan langsung kepada If, apakah benar orang tua mereka mengatakan langsung untuk mengusir? Ternyata dijawab memang tak pernah.
Keempat, posisi Om To sebelum peristiwa dan saat terjadi peristiwa sedang di Jakarta. Jadi memang pernyataan terjadi pengusiran ini rekayasa.

Informasi Detil:
Perekam dan pembuat video adalah Ali Kenter. Narasumber kami, Tiwi Kadengkang, puteri dari Om To, meyakini 100 persen, suara perekam adalah Ali Kenter.

Saat peristiwa perekaman video, juga ada Alul (Calon Bupati Nomor 2).

Putera dari Om To, Dicky, menyaksikan langsung pelaku narasumber dalam video datang ke Ali Kenter, menangis, dan mengaku diusir, padahal setelah ditanya, dia menjawab hanya dengar dari orang lain (jadi tak pernah ada fakta Om To melakukan pengusiran).(wal/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *