Robison : Pembangunan Belum Merata, Lima Tahun Kemarin Cukup

oleh -515 Dilihat

SUARASULUT.COM, SANGIHE — Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe kecewa dengan pemerintahan di Sulawesi Utara selang lima tahun ini. Pasalnya menurut tokoh masyarakat Robison Saul, selama ini pemerataan pembangunan tidak dirasakan sama sekali. “Jika berbicara kepuasan, jujur kami sangat kecewa. Saya pernah menjadi bagian dari mereka yang berkuasa, namun apa yang saya lihat, tidak sesuai dengan harapan saya. Tidak ada keseimbangan, semua hanya personal saja,” ucap Robison, ketika bersua denga Media ini.

Dirinya juga mengatakan, sejumlah usulan serta kebijakan yang akan di lakukan pemerintah kabupaten kepulauan Sangihe untuk kesejahteraan masyarakat, selalu kandas di tangan penguasa. “Apa mungkin karena arus yang tidak se arah, sehingga membuat pemerintah provinsi tidak memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan rakyat Sangihe ?,” tanya Robison.

Pria yang dikenal kritis tersebut berharap, pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Utara tahun ini, akan lahir pemimpin baru yang mampu melihat, mampu merasakan, serta mampu menerjemahkan apa yang menjadi keinginan masyarakat. “Jangan karena hanya ada kepentingan politik untuk menarik simpati dari masyarakat, se akan kelihatan peduli, dengan memperhatikan putra-putri dari kepulauan dan memposisikan dengan kursi yang layak. Jika ingin jadi pemimpin, mulailah dengan cara yang baik, bukan hanya modus,” terang Robison.

Hal lain juga dikatakan oleh Anton. Menurutnya, kompetisi Pilgub Sulut saat ini, diikuti oleh petahana dan beberapa calon baru yang cukup membuat petahana gelisah. Bahkan, ingin mendongkrak popularitas sampai-sampai mempublikasikan survei se akan masyarakat ingin melanjutkan. “Apa yang ingin dilanjutkan? Selama lima tahun kami disini cukup merasakan seperti di anak tirikan. Ingat Pilgub DKI Jakarta, Ahok ketika survei tinggi, akhirnya tumbang dengan sendirinya. Untuk itu, mari kita semua mencari pemimpin yang benar-benar ingin mengutamakan kepentingan rakyat Sulut, khususnya di Nusa Utara,” tukas Anton. (sandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *