Lumapow : Silahkan Kerja Sesuai Kepercayaan

oleh -7 views

SUARASULUT.COM,MINSEL-Penunjukan penjabat Hukum tua (Kumtua) di sejumlah Desa yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) oleh PJs Bupati Minsel Drs Meiki M Onibala MSi (M2O), tidak serta merta mulus sampai di Kecamatan bahkan hal tersebut terkesan dihambat oleh para Kumtua yang di ganti. Buktinya, salah satu Penjabat Kumtua, yakni Cianly Liando, terkesan dihambat saat memulai pekerjaannya di Desa Malola Satu Kecamatan Kumelembuai.

Sebagaimana dikeluhkan oleh Liando. Sejak, Rabu (14/10/2020) lalu, dirinya mendatangi kantor Kecamatan Kumelembuai untuk membawa SK untuk ditunjukan kepada Camat. Namun sayangnya, dia tidak bisa bertemu dengan Camat Michael Kamang Waworuntu dan hanya bertemu Sekcam.

“Saya kembali mendatangi kantor Kecamatan, dan kali ini bertemu dengan Pak Camat. Tapi anehnya, Camat menyarankan saya untuk menghadap dinas PMD. Dan menurut Camat, dia hanya menunggu petunjuk dari Dinas PMD, apakah saya sudah bisa berdinas.” sesal Liando kepada sejumlah wartawan.

Hal senada disampaikan Pejabat Kumtua Desa Koreng Kecamatan Tareran Emma Lengkong, Dia mengatakan bahwa, dirinya tidak bisa melaksanakan tugas lantaran Pejabat Kumtua buang lama yakni Trully Boto tidak melakukan serahterima jabatan, bahkan menurut sejumlah warga Desa Koreng mengatakan kalau Pejabat yang lama membangkang dan mengatakan kalau SK dari PJs Bupati Drs Meiki M Onibala MSi (M2O) tidak sah.

“Kata Pejabat lama bahwa SK Bupati M2O tidak sah,” ujar sejumlah warga yang meminta namanya jangan dipublikasikan.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Hendri Lumapow SH ketika dikonfirmasi membantah keras informasi tersebut. Menurut dia, yang lebih berkompeten adalah Assisten I yang membidangi Pemerintah dan Desa.

“No coment. Hubungi Assisten yang membidangi pemerintahan dan Desa. Tolong jangan bawa-bawa nama PMD dalam persoalan ini. Untuk penjabat Kumtua yang baru, silakan kerja sesuai kepercayaan yang diberikan,” tukas Lumapow.

Sementara itu Penjabat Bupati ketika dikonfirmasi mengatakan, pergantian dari Plt Kumtua adalah hasil evaluasi kinerja.

“Saya kan berhak melakukan evaluasi kerja dari ASN (Aparatur Sipil Negara, red). Nah dari hasil evaluasi, saya mengembalikan mereka ke posisi semula dan mengganti yang baru. Bisa dikatakan sebagai penyegaran di pemerintahan desa,” ungkapnya.

Pada bagian lain pergantian yang dilakukan Onibala mendapatkan dukungan luas dari kalangan pendiri Minsel. Mereka menganggap pergantian adalah lumrah apalagi berdasar hasil evaluasi dan mempertahankan netralitas dari ASN.(rds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *