SUARASULUT.COM, BOLTIM – Asal muasal terbentuknya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bolaang Mongondow Raya, tak lepas dari peran Suhendro Boroma, hal ini dia sampaikan dalam acara Dialog lintas tokoh Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang diselenggarakan di Goba Mulunow, Minggu 12 Oktober 2020.
Om Edo sapaan akrab Suhendro Boroma bercerita bermula dari kerisauannya terhadap mahasiswa Bolmong Raya yang kuliah dimenado yang jarang masuk atau bergabung dengan HMI cabang manado.
“Mahasiswa Bolmong yang aktif di HMI cabang menado sangat sedikit hingga sekitar akhir tahun 80-an, saya kemudian diusulkan sebagai Ketua Panitia Konfrensi Cabang Manado yang ada di Kotamobagu, dan waktu itu di adakan di gedung Bobakidan,” tuturnya.
Lanjut Om Edo, Inilah awal embrio HMI cabang Bolaang Mongondow hingga sekarang, dan selanjutnya proses sidang-sidang di adakan di kantor bupati yang lama atau kantor walikota yang sekarang.
“Karena kebetulan kampus UDK berhadapan dengan mesjid raya, sehingga gampang sekali temang-teman waktu untuk diskusi dan koordinasi dengan teman-teman mahasiswa UDK, dan pada saat itulah pula, mulai dibentuk embrio dari HMI cabang persiapan Bolmong,” ungkapnya.
Ini juga sebagai bentuk peran Mahasiswa dalam berorganisasi, yang mana harus memiliki kemampuan untuk berinovasi dalam berbagai bidang, salah satunya yaitu pemahaman dan penghayatan akan ajaran agama islam.
“Yang mana Mahsiswa harus memiliki ide atau kemampuan untuk berinovasi, serta mampu dalam berbagai bidang, yaitu salah satunya pamahaman dan penghayatan akan ajaran agama islam,” ujarnya.(far)
