SUARASULUT.COM, MANADO — Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Christiany Euginia Paruntu dan Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) berkomitmen ketika terpilih, pada 3 tahun pertama akan All Out memberikan subsidi 20 juta per satu unit rumah untuk masyarakat kecil yang kurang mampu. “Yang ada tanah dan ada rumah yang tidak layak akan perbaiki rumahnya. Ada tanah dan tidak mampu bangun rumah, kami bangun rumahnya. Yang tidak ada tanah tidak ada rumah, kita siapakan tanah dan bangun rumahnya, supaya rakyat ada kedaulatan. Rakyat tidak fikir jalan tol, tapi rakyat fikir tempat tinggal dan isi perut. Karena ketika rakyat kenyang, pemerintahan pasti aman,” ucap SSL.
Bupati Boltim dua periode juga menambahkan, telah menyampaikan ke Calon Gubernurnya yakni CEP, dalam membangun kita jangan terlalu bermuluk-muluk. Karena sebagai pemerintah, kita juga harus memikirkan kesejahteraan rakyat. “Saya sampaikan ke Ibu Cep, ketika kita terpilih jangan muluk-muluk untuk membangun. Boleh buat jalan tol tapi harus imbangi dengan kebutuhan rakyat kecil. Karena jalan tol hanya digunakan orang menengah ke atas. Kasihan masyarakat hanya melihat gedung dan jalan bagus, sedangkan perut mereka kosong karena kelaparan. Rakyat perlu dimanjakan, karena rakyat pemegang kedaulatan,” tegas Sehan.
Lanjutnya, untuk harga kopra dan cengkeh tentu akan diperhatikan ketika terpilih. Pemerintah provinsi berhak mendesak pihak Bimoli untuk menaikan harga. “Kita harus mengambil alat ukur pembelian harga Semarang dan Surabaya untuk Kopra saat ini diangka 1150. Untuk harga cengkeh, saya sudah sepakat dengan Cep untuk membentuk badan usaha milik provinsi sebagai talangan, dan bank Sulut kita jadikan sebagai funding. Kita akan terapkan harga terendah misalnya 75 ribu. Ketika lebih dari 75 ribu lepas kepada pengumpul, namun ketika kurang, akan ditangani oleh pemerintah provinsi.
Rakyat bole cuman pakai resi gudang, dia titipkan cengkeh dan ambil uang kebutuhan saja, nanti harga bagus baru diambil kembali. Jadi pemerintah provinsi tidak akan membeli cengkeh, namun ada badna usaha milik pemerintah yang memberikan pernyataan modal seumpamanya 300 Miliar, kemudian ada funding, dan investor lain mereka yang tangani. Kita menggunakan HEAD harga terendah agar petani tidak susah,” tutup Eyang, diaminkan CEP. (Sandy)





