Terekam CCTV, Kapolres Minta Pelaku Pembakaran Aset JRBM Serahkan Diri

oleh -1.090 views

SUARASULUT.COM,BOLMONG– Pengusutan kasus pengrusakan atas asset milik perusahaan tambang PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) yang sedang ditangani Kepolisian Resort Bolaang Mongondow, terus mengalami kemajuan.

Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati melalui Kasubag Humas Iptu Rusman Saleh minta para pelaku segera menyerahkan diri.”Kami minta pelaku segera serahkan diri karena kami sudah kantongi identitas berdasarkan bukti terekam di CCTV,” tegas Kapolres melalui Kasubag Humas.

Diketahui kedua kalinya aksi pembakaran dilakukan di asset milik perusahaan tambang emas ini di Blok C1, Desa Bakan, Kacamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa pada Selasa (4/8) sekitar Pkl 05.30 WITA, pihak keamanan perusahaan melihat ada asap di bangunan workshop. Setelah diselidiki ternyata ada kebakaran pada 1 unit mobil operasional milik perusahaan yang diperkirakan kerugiannya mencapai 200 juta rupiah. Petugas keamanan dibantu pihak Polisi memadamkan api.

Kejadian ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di lokasi yang sama. Sebelumnya pada Selasa (28/7) juga terjadi tindakan pengrusakan disertai pembakaran pada bangunan di tempat yang sama dengan kerugian diperkirakan yaitu mencapai 100 juta rupiah. Sehingga apabila di total secara keseluruhan pengrusakan dan pembakaran, kerugian perusahaan diperkirakan sebesar 300juta rupiah. Melalui pihak perusahaan, pelaku pun sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Polres Kotamobagu hingga saat ini telah mengantongi barang bukti dari hasil olah TKP dan para pelaku kejahatan sedang dilakukan pengejaran.

Tokoh Masyarakat Bolaang Mongondow Firasat Mokodompit ketika dimintai tanggapannya mengaku prihatin atas tindakan anarkis ini.

Menurutnya kehadiran PT JRBM di Bolmong memungkinkan adanya investasi di daerah ini.
“Kehadirannya tentu saja memberi kontribusi baik pagi daerah maupun bagi masyarakat diantaranya penyerapan tenaga kerja lokal” terang Firasat.

Sementara terkait aksi anarkis berupa pembakaran aset milik perusahaan, Firasat menilai jika termasuk tindakan pidana maka masuk dalam rana hukum.

“Jika ada indikasi pidana yang dilakukan oknum maka ditempuh jalur hukum agar ada efek jera,” ungkap Firasat.

Sementara pakar hukum Pertambangan Ahmad Redi ketika dimintai komentarnya menyebutkan dua pijakan hukum yang bisa jadi rujukan. UU Minerba pasal 162 dengan tegas mengatakan bahwa Setiap orang yang merintangi atau mengganggu kegiatan Usaha Pertambangan dari pemegang IUP, IUPK, IPR, atau SIPB yang telah memenuhi syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Rujukan lain yang juga disampaikannya adalah KUHP khusus di pasal 406 menegaskan barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau, sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
“Sekarang tinggal penegak hukum bekerja dan menegakan aturan yang ada,” tegas Redi.

Sementara Manajemen PT J Resources Asia Pasifik, Tbk (PSAB) menyesalkan tindakan pembakaran tersebut dan menyerahkan sepenuhnya pada Aparat Keamanan untuk mengambil tindakan hukum. “Kami sangat menyesal dengan tindakan pembakaran atas asset milik perusahaan. Apalagi ini untuk kali kedua dalam sepekan. Sebagai yang taat hukum, Kami serahkan sepenuhnya pada pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Kotamobagu untuk mengambil langkah hukum,” ungkap Direktur Utama PT J Resources Asia Pasifik,Tbk (PSAB), Induk usaha dari JRBM.(wal/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *