Pastikan Sembako Sampai ke Masyarakat, Bupati Sehan Pantau Penyaluran di Kecamatan Modayag

oleh -390 Dilihat
Bupati Sehan Landjar didampingi Kadis DKP, pantau penyaluran bantuan sembako.(ist)

SUARASULUT.COM,BOLTIM– Harapan masyarakat di Kecamatan Modayag bersatu, segera menerima sembako dari pemerintah, terus terwujud. Bahkan untuk memastikan sembako ke masyarakatnya, proses penyaluran dipantau langsung Bupati Sehan Landjar.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Moonow menjadi tempat penyimimpanan sembako untuk sementara waktu. Dan Minggu (10/5/2020) Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar, SH. Turun langsung melihat serta memantau proses penyaluran sembako, kepada warga masyarakat Desa Moonow dan Desa Bongkudai Barat, Kecamtan Modayag, terdampak pandemi Covid-19.

Bupati Boltim Sehan Landjar didampingi Kadis Ketahanan Pangan berbincang-bincang dengan tim panjaga gudang sembako.(ist)

“Menginggat jangan sampai ada oknum-oknum yang menyalahgunakan dan memanfaatkan bantuan ini untuk kepentingan sendiri, maka saya harus memantau jumlah pasokan dan penerimanya. Karena sudah banyak laporan ada tidak dapat dan tidak adil dalam pembagiannya,” ucap Sehan.

Bupati tegaskan, kepada tim menyalurkan jika ada kesalahan dalam penyaluran, maka akan disalahkan adalah Bupati, padahal aparat dan bagian penyaluran lalai dalam penyaluran.

Kadis DKP Boltim bersama tim salurkan sembako.(ist)

“Saya harap dalam penyaluran sembako di dua Desa ini, harus tepat sasaran dengan data akurat, per KK dapat beras 15 kilogram ditambah gula pasir, minyak dan ikan kaleng. Tapi jika di atas dua orang, bisa sampai 20 kilo gram dan lebih sesuai jumlah jiwanya.Harus sesuai data di kasih, bukan dikurangi atau dilebihkan agar semua adil,” tegasnya.

Lebih lanjut, untuk seluruh Indonesia hanya Boltim yang penyaluran hak rakyat akibat pembatasan sosial dampak Covid-19. Pemda berikan kebutuhan bahan pokok, bergantung pada jumlah jiwanya, di daerah lain, jika beras 5 kilogram tambah gula minyak dan ikan kaleng itu merata semuanya.

“Saya ambil kebijakan hitung per jiwa, dengan adanya penyaluran sembako ini, masyarakat tetap patuh anjuran pemerintah yaitu berdiam diri di rumah, tidak keluar daerah, jaga kesehatan, kalau keluar rumah bepergian ke warung pake masker, sering cuci tangan dan jaga jarak dengan orang lain, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkas Landjar.

Senada, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kisman Mamonto, penyaluran hak rakyat, akibat pandemi Covid-19, sudah 7 kecamatan.

“Sekarang kita akan selesaikan Kecamatan Modayag, karena masih ada beberapa desa lagi dalam tahap penyaluran. Sembako sementara ini di tampung di sekolah dan balai desa, menunggu data dan persiapan penyaluaran di Desa Modayag tiga Tobongon dan Modayag Timur,” jelas Kisman.(yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.