SUARASULUT.COM,BOLTIM– Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjungan (PDIP) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Medy Lensun mengkritisi aksi dilakukan mantan Kader Partai berlambang banteng moncong putih Boltim.
Dimana Selasa (2/3/2020) malam, beredar video berdurasi 2:04 detik. Dalam video tersebut, Kader Mamonto mengatakan malam ini (Selasa-red) saya serahkan kemeja. Karena malam ini sejarah dan spesial bagi saya, ketika hati tidak iklas menerima saudara Amalia diperlakukan seperti itu. Hati saya berikan malam ini kepada Amalia.
Lanjutnya dalam rekaman video, Kemeja ini melambangkan hati seseorang, jantung seseorang. Kemeja belambangkan Partai PDIP.
Medy Lensun, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI-P Boltim, mengatakan siapa saja berhak memberikan dukungan kepada seseorang, tidak usah bawa- bawa nama partai. “Lucu saja sudah bukan kader partai tapi bawa nama partai. Lebih lucunya orang- orang yang mempercainya,” tegas Medy via seluler pribadinya Rabu (4/3/2020).
Medy menambahkan sampai hari ini DPP PDI Perjungan, baru mengeluarkan satu SK. Itu untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandow (OD-SK). Selain itu tidak ada, kalau ada mengaku-mengaku SK sudah sama mereka itu Hoax,” pungkasnya.
Mengutip dari akun resmi Sekertaris DPC PDI-P Boltim, Wilken Rareho, perlu di tegaskan kepada seluruh pengurus dan Ssmpatisan PDI Perjuangan Boltim, sampai detik ini belum ada SK DPP berkaitan dengan Bakal Calon Kepala Daerah Boltim yang akan di usung PDI Perjuangan.
Tidak ada mandat atau penugasan khusus kepada Pengurus atau Simpatisan terkait pemenangan salah satu kandidat yang mendaftar sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Boltim 2020-2025, Sebelum ada SK DPP.
Selanjutnya dikatakan mengecam aksi yang dilakukan oleh mantan kader PDI Perjuangan Boltim (sebagaimana dalam video yang lagi viral).
Tak hanya itu, sebagai kader Partai wajib Menjaga Nama Baik dan Marwah Partai.”Satu Komando Ibu Ketua Umum,” Wilken Rareho.(yudi)





