Kader Mamonto: Saya Bukan Dipecat Tapi Mundur 2018

oleh -346 Dilihat

SUARASULUT.COM,BOLTIM–Kader Mamonto, mantan Wakil Ketua Bapilu DPC PDIP Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memberikan hak jawabnya terkait pernyataan Ketua DPC PDI-P Boltim Medy Lensun, dimana dirinya telah dipecat sebagai Kader PDI-P, sebagaimana yang diberitakan SUARASULUT.COM.

“Saya mundur dari pengurus DPC PDI-P Boltim itu adalah benar. Karena saya sendiri menyatakan itu pada 2018 lalu. Tapi jika saya sudah dipecat sebagai kader PDI-P, itu baru saya tahu dari saudara Medy Lensun. Karena hingga hari ini tidak ada pemberitahuan ke saya tentang pemecatan saya sebagai kader PDIP maupun penarikan KTA saya,” ujar Kader Mamonto, Rabu 4/3/2020.

Menurut Kader, aksi dirinya memakaikan kemeja berlogo PDI-P kepada Amalia Ramadhan S Landjar, pada Selasa (3/3/2020-red) malam, adalah bentuk euforia dirinya karena terinformasi Amalia dimandatkan sebagai Koordinator Komando Barisan Militan Olly Dondokambey (BM-OD) wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

“Saya yang merasa sebagai kader PDI-P tentu bangga karena Amalia dimandatkan sebagai Koordinator Komando BM-OD BMR. Tentu, ini akan menjadi peluang kemenangan OD yang notabene Ketua DPD PDI-P Sulut di BMR pada Pilgub tahun ini,” jelasnya kepada media ini

Dia membenarkan bahwa kemeja hitam berlogo PDI-P ada miliknya yang dia berikan kepada Amalia.

“Kemeja berlogo PDIP ini merupakan jantung saya, dan secara bangga saya berikan kepada Amalia karena dia akan berjuang bersama kami memenangkan OD-SK di Boltim,” ungkapnya

Selanjutnya, Kader balik mempertanyakan sikap Ketua DPC PDI-P Boltim Medy Lensun dan Sekretarisnya Wilken Rareho yang tidak merasa senang dengan bertambahnya kekuatan OD-SK di BMR, khususnya Kabupaten Boltim. “Konvoi penjemputan terhadap Amalia Landjar malam itu adalah spontanitas masyarakat karena Amalia dimandatkan sebagai Kordinator Komando BM-OD. Yang secara otomatis mereka akan menjadi bagian dari pada kita untuk memenangkan OD-SK, justru sangat lucu jika euforia masyarakat ini tidak diapresiasi terutama oleh elit PDI-P di Boltim, terutama oleh Mantan Ketua PDS Medy Lensun dan Mantan Caleg Demokrat Wilken Rareho,” tambah Kader yang mengaku sebagai anggota PDI sejak tahun 1979 tersebut.

Pria paruh baya yang memang dikenal masyarakat Boltim sebagai pengagum PDI Perjuangan dan Megawati ini, justru merasa kecewa dengan statemen sepihak dan terkesan melecehkan dirinya sebagai kader setia partai.

“Saya berapa hari lalu secara sukarela membantu pengurus PDI-P dari Kotamobagu, yang memasang baliho OD-SK di wilayah Kotabunan, sampai jam setengah 3 pagi. Itu karena cinta saya kepada partai, cinta saya kepada OD-SK. Kemudian ada oknum ketua DPC dan anggota dewan dari PDIP Boltim yang mencela saya karena mendukung calon, yang juga mendaftar di PDIP. Bukankah saudara Medy dan Wilken juga mengetahui jika ada oknum pengurus DPC yang mendukung calon lainnya? Kenapa tidak tegur mereka? Menurut saya ini sepihak dan sangat mengganggu konsentrasi pemenangan PDIP terutama OD-SK di Boltim khususnya.(yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.