SUARASULUT.COM,BOLTIM– Kunjungan kerja Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, di Tanah Totabuan, diprediksi menjadi sinyalemen, Jusnan C Mokoginta (JCM)- Medy Lensun bakal duduk ‘satu kursi’ di Pilkada Boltim.
Saat Ketua DPD PDI Perjungan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw bersama Anggota Dewan Provinsi Rocky Wowor, berada di salahsatu hotel ternama di Kotamobagu, tampak terlihat akrab Ketua DPC PDI-P Boltim Medy Lensun dan Jusnan C Mokoginta (JCM) di Lobby Hotel.
Pantauan Media ini, Medy seakan memberikan signal JCM-ML akan memakai kendaraan PDI Perjungan untuk bertarung di Pilkada Boltim 23 Sebtember mendatang. Keduanya sangat akrab entah apa mereka bicarakan, namun jika melihat gestur tubuh Medy memberikan signal PDI-P bakal usung JCM.
Medy mengaku sampai saat ini dirinya belum tahu siapa nantinya akan di usung partai. Pada intinya Medy mengaku semua bebas mengklaim, tetapi semua keputusan ada pada Ketum dan DPD PDI Perjungan.
“Jika ada mengatakan PDI-P sudah milik mereka itu sah-sah saja, lagian politik harus begitu,” tegas Medy.
Lanjut Medy, siapa nantinya diberikan mandat oleh partai, sudah pasti harus memenangkan kontestasi lima tahunan ini, apa lagi PDI-P belum pernah menang selama dua kali Pilkada di Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
“Ini kesempatan PDI-P harus membuat sejarah baru untuk masyarakat Boltim,” jelas Medy.
Masih pantauan media ini, usai terlihat akrab dengan Medy, tampak Robby Wowor dan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Hendra Sampow, menghampiri JCM dan terlihat juga terlibat pembicaraan.
Jusnan, saat di konfirmasi enggan mengatakan kalau dirinya akan di usung Partai besar seperti PDI-P. “Semua sementara berproses, nanti tunggu saja 23 Maret siapa akan di usung PDI-P.
Birokrat senior, Jusnan C Mokoginta, sangat cerdas mengambil langkah-langkah politik, mengingat dirinya masih berstatus ASN jadi ada batas-batas larangan untuk ASN terjun praktis di kanca politik.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan (Bapilu) Hendra Sampow, memgatakan melihat langkah politik di ambil oleh anak dari mantan Ketua Dewan BMR Jese Mokoginta ini, sangat piawai cerdas melihat momentum. “Status nya sebagai abdi Negara ASN yang mempunyai peraturan-peraturan untuk tidak melakukan politik praktis di manfaatkan dengan baik,” tegas Hendra. (yudi)





