Pilkada 2020, Sulut Masuk di Peta Rawan

oleh -369 Dilihat

SUARASULUT.COM,MANADO– Sulawesi Utara masuk radar peta Polri sebagai salah satu dari 3 Provinsi rawan di Pilkada 2020. Selain itu , Bitung dan Tomohon, masuk radar peta rawan di Pilkada 2020.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut, Taufik Manuel Tumbelaka mengatakan, telah terjadi gejolak akibat dinamika liar, salah satu penyebab paling utama karena sikap para elite politik.

“Elite, baik itu Rulling Class ataupun Strategic Elite, gagal menjaga suasana kebatinan ‘anak buahnya’, pengikutnya, simpatisannya dan lain-lain.
Gejolak di akar rumput pada umumnya tidak serta merta terjadi, namun itu buah dari para oknum Elite dan Middle Class ,” ungkap Tumbelaka.

Untuk itu, dia menilai, perlu adanya kesadaran yang tinggi dan segera berbenah dalam menyikapi kondisi dan situasi di lapangan, terlebih pada akar rumput.

“Solusinya, perlu kesadaran dan komitmen politik dari para Elite di Sulut untuk mengedepankan etika politik,” ucap Tumbelaka.

Putra Gubernur Pertama Sulut FJ Tumbelaka inipun mendorong para Elite untuk mengedepankan etika politik secara benar pada tataran proses dan bukan hasil.
“Dalam politik, sejatinya yang terpenting adalah proses, bukan hasil akhir,” tandas Tumbelaka.

“Sulawesi Utara Rumah Kita Bersama,” tutupnya.
Seperti diketahui, Polri telah membuat Indeks Potensi Kerawanan (IPK) di Pilkada Serentak 2020.

Berdasarkan hasil itu, tiga provinsi dinyatakan paling rawan dalam Pilgub 2020.
“Sementara ini berdasarkan IPK sudah di-rangking. Untuk pilkada gubernur itu ada tiga, di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Selatan, itu yang tinggi,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Polri juga sudah menentukan wilayah dengan potensi kerawanan tinggi. Tangerang Selatan dikategorikan rawan dalam Pilwalkot.

“Pilkada bupati kerawanan tinggi, seperti Nabire, Keerom Papua, Timor Tengah Utara, Manggarai Barat, dan Sumba Barat, Tojo Una Una di Sulteng, dan Musi Rawas Utara di Sumsel,” ungkap Asep.

“Pilkada Walikota kerawanan tinggi ini ada di Tomohon dan Bitung di Sulut dan Tangsel Banten,” imbuhnya.
Polri juga sudah menyiapkan rencana pengamanan untuk pilkada serentak itu.

Sebanyak 200 ribu personel disiapkan untuk wilayah seluruh Indonesia.(wal/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.