Jika Terbukti, Oskar Terancam Dipecat Tidak Hormat dari ASN

SUARASULUT.COM,BOLTIM– Kehadiran Oskar Manoppo di acara salah satu Partai Politik, akhir pekan kemarin di Manado, berbuntut panjang. Pasalnya Oskar masih berstatus ASN aktif itu, dipastikan akan kembali di sidang kode etik.

Ketua majelis kode etik, Dr.Ir. Sonny Waroka Ph.D, selaku sekertaris daerah (Sekda) melalui Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boltim, menegaskan dalam waktu dekat ini, segera memanggil Oskar Manoppo, untuk lanjutan sidang majelis kode etik.

Hariyanto, Divisi Pendidikan dan Hukum Bawaslu Boltim.

Rezha Mamonto, menegaskan dengan adanya bukti-bukti baru ini, untuk saat ini sementara di dalami. Maka dari itu pihaknya akan melihat, subtansi pelanggaran dengan bukti baru ini. “Sebenarnya juga sudah ada beberapa di kantongi termasuk yang sudah di beritakan di media juga menjadi bukti untuk kami,”jelas Mamonto.

Lanjut, Rezha, untuk sanksi moral kepada Oskar, kan sudah di berikan, yaitu pembebasan dari jabatan atau ‘non job’, jadi untuk lanjutan sidang majelis kode etik, pasti akan ditindak lanjuti ketingkat lebih tinggi lagi, yaitu bisa kearah Pemberhentian Tidak Dengan Terhormat (PTDH). “Jika sampai sanksi pemberhentian dojatuhkan kepada Oskar Manoppo, tentunya harus ada rekomendasi dari majelis kode etik. Dan apapun putuskan rekomendasi dari majelis kode etik, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yaitu Bupati, pasti segera lakukan termasuk jika sampai sanksi pemberhentikan kepada bersangkutan dari Aparatur Sipil Negara (ASN),” jelas Mamonto.

Senada, Hariyanto, Divisi Pendidikan dan Hukum Bawaslu Boltim, menegaskan akan melakukan pemanggilan berdasarkan temuan dengan bukti ada. Menurut Hariyanto, Aparatur Sipil Negara (ASN) punya batasan-batasan, aturan larangan dan tidak di perbolehkan melakukan politik-politik praktis atau extrim.

Apa bila kami diamkan pelanggaran seperti ini, apa nanti kesan masyarakat terhadap kami, nanti di bilang Bawaslu melakukan pembiaran kepada Balon Bupati dan Wakil Bupati dari ASN. “Kami sudah merekomendasikan, kepada komisi ASN, terkait dengan hasil pemeriksaan kami kapada salahsatu ASN, jadi kami tinggal menunggu hasil dari komisi ASN seperti apa, dan secara hukum laporan yang masuk terkait ASN ini, dengan kehadirannya di hajatan partai politik kemarin, sama seperti waktu Rakernas salahsatu partai politik di jakarta lalu. Jadi aspek dasar hukum itu, menjelaskan tidak bisa di proses lembali dengan hukum sama,” jelas Hariyanto.
Lebih lanjut dikatakan Hariyanto, ada empat orang ASN masuk dalam penjaringan partai politik yaitu, Oskar Manoppo, Robby Mamonto, Uyun K Pangalima, Rizky Lamaluta.
Ke empat ASN ini semua sama di mata Bawaslu, akan tetapi hanya satu ASN ini yang melakukan politik praktis yaitu, Oskar Manoppo. Siapa yang memasang one way di kendaraan umum, siapa yang hari ini terpampang di sejumlah titik, siapa yang hari ini sudah mendeklarasikan dirinya, siapa yang hari ini mengha diri acara partai, ke-empat ASN tersebut yang melakukan itu hanya Oppo, makanya wajarlah Bawaslu panggil.(yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *