SUARASULUT.COM,SANGIHE– Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Sudung Ferdinand Napitu memimpin langsung pendistribusian bantuan bencana alam banjir bandang dan tanah longsor ke Lindongan II Kampung Ulung Peliang, Kecamatan Tamako.
Pendistribusian bantuan yang berasal dari berbagai pihak, termasuk dari Polda Sulut dan Bhayangkari tersebut melibatkan personel BKO dari Polda Sulut (Samapta, Polair dan Brimob), serta personel Polres Kepulauan Sangihe. Turut dibantu oleh TNI, Satuan Polisi Pamong Praja dan masyarakat sekitar.
Bantuan di antaranya berupa air mineral, mi instan, beras, makanan kering dan lain-lain, sebelumnya ditampung di gedung Gereja Masehi Injili Sangihe-Talaud (GMIST) Jemaat Imanuel, di Lindongan I Kampung Ulung Peliang yang dijadikan sebagai Posko Bencana Alam.
Distribusi bantuan dilakukan dengan jalan kaki berjarak sekitar 3 km dari gereja, mengingat terputusnya jembatan yang menghubungkan antar Lindongan di Kampung Ulung Peliang akibat diterjang banjir bandang.
Terpantau, para personel harus berjalan ekstra hati-hati sambil memanggul bantuan saat meniti jembatan darurat yang terbuat dari kayu dan papan untuk menyeberang ke Lindongan II.
Bantuan lalu ditampung sementara di rumah seorang warga Lindongan II Kampung Ulung Peliang. Selanjutnya akan didistribusikan lebih lanjut kepada warga di Lindongan III dan IV Kampung Ulung Peliang oleh pihak pemerintah setempat.
Kapolres mengatakan, penanganan pascabencana di Ulung Peliang untuk hari ini (Rabu), diprioritaskan pada pendistribusian bantuan dan pelayanan kesehatan.
“Jadi kami membantu mendistribusikan bantuan logistik yang berasal dari berbagai pihak, supaya segera bisa dimanfaatkan oleh warga khususnya di Lindongan III dan IV Kampung Ulung Peliang yang terdampak bencana,” pungkasnya.
Data diperoleh dari Polsek Tamako, di Lindongan III dan IV Kampung Ulung Peliang terdapat 128 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 368 orang yang terdampak bencana.(oke)
Misi Kemanusian, Jalan Kaki Tiga Kilometer





