Program CSR, terus dilakukan mulai dari pertanian hingga infrastruktur seperti jaringan air bersih. Tak hanya itu ada juga peternakan Ayam dan Babi secara kemitraan, pengelolaan sabuk kelapa, usaha pertukangan bengkel, bahkan jasa jahit menjahit didalamnya juga bantu pemasarannya,” jelas David Sompie.
“Upaya ini kami lakukan supaya tidak ada yang saling berbenturan artinya dalam bidang pendidikan,ekonomi maupun sosial tidak tumpang tindih dan tepat sasaran,” tegas Setiawan.
Sementara itu, pantauan media ini saat kunjungan ke lokasi tambang, untuk keselamatan kerja,terpantau sangat ketat, demikian juga dengan Savety demi keselamatan saat bekerja.
Sebelum melakukan peninjauan ke lokasi pertambangan, pihak PT.MMS/TTN, memberikan sekilas informasi tentang tambang toka tindung dan bahaya, resiko selama berkunjung ke area pertambangan serta keamanan lokasi tersebut.
Superintendent Public Relation External Relation, Hery Rumondor menjelaskan PT.MSM/TTM target produksi pertahun antara 160 ribu sampai 180 ribu ons pertahun bahkan target hingga 200 ribu ons pertahun.
Untuk total keseluruhan karyawan yang bekerja di sini, kata Inyo sapaan akrabnya mengatakan pekerja yang ada di perusahaan ini sistem sif.
“Ada tiga sif perhari dan selalu bergantian dengan total karyawan keseluruhannya berjumlah 1.600 karyawan yang 80 persennya kita merekut tenaga lokal yang kita latih sehingga layak bekerja di industri pertambangan,”ujarnya.
Terkait lingkungan kata Rumondor, area toka tindung yang telah kita olah sebelumnya ini kita sudah benahi dan dinding-dindingnya kita sudah tanami.
“Begitupun area-area terbuka lainnya. Area terbuka yang ada di sini kita sedang berproduksi tetapi ketika kita tidak gunakan segera kita direklamasi karena itu pihak MSM/TTN mendapat penghargaan terkait dengan lingkungan dari Kementerian ESDM,” bebernya.
Usai berkunjung ke lokasi tambang, rombongan JIPS diajak melihat langsung lokasi pembibitan jagung yang ada di kawasan tambang. Pembibitan ini mendapat apresisasi dari pemerintah pusat karena baru pertama kalinya dilakukan.Dimana lokasinya dalam kawasan tambang.
Selanjutnya wartawan diajak melihat pengelolahan sabuk kelapa, lalu diajak melihat dan berdiskusi di tempat pelatihan keterampilan menjahit kelompok wanita KSU Imanuel dan produksi perdana kemeja kerja PT MSM dan PT TTN. Progam ini juga kolaborasi Dinaa Tenaga Kerja dan Transmigrasi-UPTD Balai Pelatihan Kelas A Provinsi Sulawesi Utara dan PT MSM dan PT TTN.(wal)
Bentuk Komitmen, CSR PT MSM-TTN Terus Berinovasi
