Bentuk Komitmen, CSR PT MSM-TTN Terus Berinovasi

oleh -40 views

SUARASULUT.COM,MANADO– Bentuk komitmen penguatan ekonomi masyarakat di Desa-Desa lingkar tambang, PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN),  terus berinovasi khusus program Corporate Social Responsbility (CSR).
Penegasan ini disampaikan Direktur PT MSM dan PT TTN, David Sompie, kepada wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Indenpenden Pemprov Sulut (JIPS), Selasa (10/12).
“PT MSM dan PT TTN bukan hanya optimalisasi hasil tambang namun juga dua anak perusahaan PT Archi Indonesia juga mengkolaborasikan sejumlah terobosan pemberdayaan sosial kemasyarakatan,” tegas Sompie didampingi Superintendent Public Relation External Relation PT MSM/TTN, Hery Rumondor.
Program CSR, terus dilakukan mulai dari pertanian hingga infrastruktur seperti jaringan air bersih. Tak hanya itu ada juga peternakan Ayam dan Babi secara kemitraan, pengelolaan sabuk kelapa, usaha pertukangan bengkel, bahkan jasa jahit menjahit didalamnya juga bantu pemasarannya,” jelas David Sompie.
Ditambahkan Yustinus Harry Setiawan selaku CSR Manager menyatakan pihaknya dalam pelaksanaan CSR sesuai SOP yang didalamnya berkoordinasi dengan pemerintah.
“Upaya ini kami lakukan supaya tidak ada yang saling berbenturan artinya dalam bidang pendidikan,ekonomi maupun sosial tidak tumpang tindih dan tepat sasaran,” tegas Setiawan.
Sementara itu, pantauan media ini saat kunjungan ke lokasi tambang, untuk keselamatan kerja,terpantau sangat ketat, demikian juga dengan Savety demi keselamatan saat bekerja.
Dalam kunjungan wartawan tergabung di JIPS, PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT. Tambang Tondano Nusajaya (TTN) mengajak Jurnalis meninjau langsung pengoperasian tambang emas, di Kawasan Tambang Toka Tindung Kecamatan Likupang Minahasa Utara (Minut).
Sebelum melakukan peninjauan ke lokasi pertambangan, pihak PT.MMS/TTN, memberikan sekilas informasi tentang tambang toka tindung dan bahaya, resiko selama berkunjung ke area pertambangan serta keamanan lokasi tersebut.
Superintendent Public Relation External Relation, Hery Rumondor menjelaskan PT.MSM/TTM target produksi pertahun antara 160 ribu sampai 180 ribu ons pertahun bahkan target hingga 200 ribu ons pertahun.
“Yang kita hasilkan di sini berbentuk bulion campuran mas dan perak.Jadi komposisinya mungkin 60 perak dan 40 emas. Selanjutnya kita kirim ke logam mulia untuk di murnikan kemudian kita dapatkan emas yang murni,” kata Rumodor.
Untuk total keseluruhan karyawan yang bekerja di sini, kata Inyo sapaan akrabnya mengatakan pekerja yang ada di perusahaan ini sistem sif.
“Ada tiga sif perhari dan selalu bergantian dengan total karyawan keseluruhannya berjumlah 1.600 karyawan yang 80 persennya kita merekut tenaga lokal yang kita latih sehingga layak bekerja di industri pertambangan,”ujarnya.
Terkait lingkungan kata Rumondor, area toka tindung yang telah kita olah sebelumnya ini kita sudah benahi dan dinding-dindingnya kita sudah tanami.
“Begitupun area-area terbuka lainnya. Area terbuka yang ada di sini kita sedang berproduksi tetapi ketika kita tidak gunakan segera kita direklamasi karena itu pihak MSM/TTN mendapat penghargaan terkait dengan lingkungan dari Kementerian ESDM,” bebernya.
Usai berkunjung ke lokasi tambang, rombongan JIPS diajak melihat langsung lokasi pembibitan jagung yang ada di kawasan tambang. Pembibitan ini mendapat apresisasi dari pemerintah pusat karena baru pertama kalinya dilakukan.Dimana lokasinya dalam kawasan tambang.
Selanjutnya wartawan diajak melihat pengelolahan sabuk kelapa, lalu diajak melihat dan berdiskusi di tempat pelatihan keterampilan menjahit kelompok wanita KSU Imanuel dan produksi perdana kemeja kerja PT MSM dan PT TTN. Progam ini juga kolaborasi Dinaa Tenaga Kerja dan Transmigrasi-UPTD Balai Pelatihan Kelas A Provinsi Sulawesi Utara dan PT MSM dan PT TTN.(wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *