Mencerahkan Masa Depan Sangihe, Melalui Bimtek Kurikulum Merdeka

SANGIHE, SuaraSulut.com — Transformasi pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe semakin terasa. Melalui sentuhan langsung dari tangan para pendidik, pendidikan di daerah ini diharapkan bisa melahirkan generasi yang adaptif dan kreatif. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan dilaksanakannya Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., pada Kamis (21/08/2025) di Hayana Hotel, Tahuna.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe ini berlangsung hingga Sabtu (23/08/2025). Tujuan utamanya adalah untuk memberikan bekal kepada para guru Sekolah Dasar agar mampu menerapkan Kurikulum Merdeka dengan efektif.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Beliau menyadari, bahwa kemajuan suatu daerah tidak lepas dari peran penting para guru dalam membentuk karakter anak bangsa.

“Melalui Bimtek ini, saya berharap para pendidik di jenjang sekolah dasar dapat meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran yang lebih efektif serta mampu mengembangkan strategi penilaian yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka,” ujar Bupati. Beliau juga menambahkan, bahwa peningkatan kualitas pendidikan ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan Sangihe yang sejahtera dan berbudaya.

Para peserta Bimtek, yang terdiri dari guru-guru Sekolah Dasar, terlihat antusias menyerap setiap materi. Mereka menyadari bahwa Kurikulum Merdeka bukan hanya sekadar perubahan nama, melainkan pergeseran paradigma dalam mengajar, dari yang semula berfokus pada guru menjadi berfokus pada murid.

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan para guru dapat kembali ke sekolah masing-masing dengan membawa semangat dan inovasi baru. Mereka kini memiliki bekal untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan, relevan, dan bermakna, sehingga anak-anak Sangihe dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

(Erick Sahabat)