Adanya Selisih Anggaran, Cindy Wurangian Sarankan di Alokasikan Untuk Kepentingan Sosial

Manado, Dalam rangka sinkronisasi data penyampaian Ketua TAD Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara (Utara) yang di laksanakan, kamis (21/8/2025), sebagian besar Anggota Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di ruang paripurna kantor DPRD Sulut,.

Menyikapi hal tersebut, Komisi IV DPRD Sulut gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangka mendapatkan data dan informasi mengenai Rencana Program dan Kegiatan Perubahan Anggarang APBD Tahun 2025.

RDP di buka langsung oleh wakil ketua komisi IV Loui Carl Scrhamm dan mempersilahkan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Kebudayaan Daerah provinsi Sulut untuk mempresentasikan kenapa di perubahan APBD Tahun 2025 ada ketambahan anggaran yang cukup besar.

Kadis Kebudayaan Sulut menyampaikan perihal Dena dari Museum sulut baru yang dianggarkan sebesar 15 Miliar Rupiah, dan anggaran Kolintang sebesar 1,5 Miliar Rupiah.

Dikatakannya, dana ini bertambah pertama revitalisasi musium kedua yntuk pengawasan museum, ketiga Penunjang museum.

“Intinya untuk penambahan anggaran untuk rehabilitasi museum,”ujarnya Jani Niklas Lukas.

Di tempat yang sama, Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut Priscilla langsung pertanyakan kepada kadis kebudayaan, apakah data yang di kasih ke kami komisi IV sudah singkron dengan data yang di kasih kepada TAD? dan langsung di tanggapi oleh kadis mengatakan sama.

Cindy Wurangian langsung utarakan di mana ada selisi Anggaran antara dinas Kebudayaan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Yang penting dibulan desember harus sesuai dengan yang dipresentasikan jangan nanti uang 15 M sudah pergi tapi tidak sesuai,” tegas ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulut di ruang komisi IV Kantor DPRD Sulut, Jumat (22/8/2025).

”Dibanggar ada Ranperda dan Ranpergub, hari ini pak kadis memberikan data apakah ini sudah sesuai dengan data dibanggar. Namun setelah dicek, data tersebut ada selisi berkisar 40 juta Rupiah dari yang dianggarkan,”demikian penuturan Cindy Wurangian.

Ini yang benar yang mana makanya tadi saya bertanya apakah sudah sinkron atau belum dengan harapan dicek dulu tapi kalau dijawab sudah, nah sekarang tolong jelaskan ke mana 40 juta ini.

“40 juta ini kalau orang beking bantuan bibit-bibit, boleh ada beberapa kelompok yang dapat, misalkan satu kelompok boleh 15 orang, kalau jadi beras boleh jadi berapa karung itu coba tolong beri penjelasan Kenapa ada perbedaan angka antara yang diberikan oleh dinas dan yang disajikan oleh TAPD kemarin,”ungkapnya.

Saran kami Pak kadis, kalau boleh selisih anggaran dialokasikan untuk kepentingan masyarakat.

”Saya langsung usul kongkrit yang pertama ada perbedaan 40 juta angka nya lebih banyak, berarti ada 40 juta yang belum dialokasikan dalam perencaan dinas, Saya mengusulkan langsung dimasukan kedalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” pungkas Anggota DPRD Sulut 3 Periode Dapil Bitung-Minut.