Wujud Nyata Perhatian di Ujung Negeri: Pembangunan Aula Serbaguna Kampung Binebas Dimulai

oleh -868 Dilihat
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama para tokoh masyarakat, dengan khidmat meletakkan batu pertama pembangunan Aula Sebaguna Kampung Binebas

Sangihe, SuaraSulut.com Di tengah hamparan laut biru yang memisahkan Pulau Sangihe dari hiruk pikuk daratan utama, sepercik harapan baru mulai tumbuh di Kampung Binebas, Kecamatan Tabukan Selatan. Bukan sekadar pembangunan fisik, peletakan batu pertama Aula Serbaguna pada Sabtu (7/6/2025) lalu, sesungguhnya adalah simbol komitmen terhadap penguatan ikatan kemanusiaan di wilayah perbatasan dan kepulauan.

Di bawah terik matahari Sangihe, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama para tokoh masyarakat, dengan khidmat meletakkan batu pertama. Ini bukan hanya seremoni, melainkan sebuah ikrar bahwa perhatian dari pusat, yang disampaikan melalui Kementerian Sosial RI di bawah Presiden Prabowo Subianto, kini berwujud nyata di tengah-tengah mereka. Balai sosial ini didambakan menjadi simpul, merekatkan kembali benang-benang silaturahmi yang kadang terurai, serta meredam potensi gesekan yang bisa saja muncul di antara warga.

Agustin Bawias, Kapitalaung (Kepala Desa) Binebas, tak bisa menyembunyikan kelegaan dalam laporannya. “Pembangunan ini adalah tindak lanjut dari Program Keserasian Sosial,” ujarnya, mengacu pada payung hukum yang menaungi inisiatif ini. Anggaran Rp150 juta dari APBN mungkin terdengar seperti angka, namun bagi masyarakat Binebas, ini adalah investasi pada masa depan yang lebih harmonis.

Lebih dari sekadar tempat rapat atau pertemuan, aula ini dirancang untuk menjadi jantung kehidupan sosial. Ia akan menjadi ruang edukasi, di mana pengetahuan dibagikan; tempat mediasi, di mana perbedaan diselesaikan dengan dialog; dan forum komunikasi, di mana suara-suara dari berbagai elemen masyarakat – tokoh agama, adat, pemuda, hingga perempuan – dapat didengar dan dihargai. Harapannya, interaksi sosial yang selaras dan seimbang akan tumbuh, menjadi benteng pertama pencegah konflik komunal.

Bupati Michael Thungari, dalam sambutannya, tak hanya menyampaikan apresiasi, namun juga menegaskan esensi dari proyek ini. “Ini adalah wujud perhatian nyata Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat perbatasan,” tuturnya. Ia membayangkan, di aula inilah, tawa dan cerita akan dibagi, gagasan-gagasan baru akan lahir, dan semangat gotong royong akan terus menyala.

Masyarakat menantikan pencairan dana yang akan dilakukan dalam dua tahap, memastikan pembangunan berjalan progresif. Namun, lebih dari sekadar dana dan progres fisik, perhatian utama adalah pada bagaimana setiap rupiah yang diamanahkan dapat dikelola dengan transparan dan bertanggung jawab. Bupati Thungari sendiri tak henti mengingatkan akan pentingnya akuntabilitas, seraya membuka pintu konsultasi bagi setiap kendala yang mungkin muncul.

Pada akhirnya, Aula Serbaguna di Kampung Binebas ini diharapkan bukan hanya menjadi bangunan fisik. Ia adalah penjelmaan dari sebuah janji, sebuah simbol persatuan, dan harapan akan kehidupan sosial yang lebih kuat, harmonis, dan penuh kebersamaan di ujung utara Indonesia. Sebuah babak baru yang dibuka dengan batu pertama, namun akan terus ditulis oleh setiap interaksi dan kebersamaan di dalamnya.

(Erick Sahabat)

No More Posts Available.

No more pages to load.