KOTAMOBAGU- Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 Tahun dan Apel Korpri di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. Kegiatan ini dilaksanakan di Alun-alun Boki Hontinimbang, dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., yang menekankan pentingnya Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Hari ini, tanggal 1 Juni 2025, kita kembali memperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia, Hari Lahir Pancasila. Hari ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, pidato tersebut menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis, melainkan jiwa bangsa yang harus menjadi pedoman hidup dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam menghadapi tantangan global dan digital yang semakin kompleks.
“Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda,” lanjutnya.
Sementara itu, dalam bagian upacara yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 Tahun 2025, Wali Kota juga membacakan sambutan resmi Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid.
Pidato tersebut menyoroti semangat kebangkitan yang tak pernah selesai. Ditekankan bahwa kebangkitan sejati bukanlah semata-mata mengingat sejarah, tetapi keberanian untuk menghadapi tantangan zaman seperti disrupsi teknologi, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital.
“117 tahun yang lalu, lahirlah kesadaran baru melalui pendirian Budi Utomo. Kini, tantangannya jauh lebih kompleks. Namun, kebangkitan besar dibangun dari fondasi sederhana: kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang,” ujar Wali Kota membacakan sambutan menteri.
Beberapa capaian awal dalam 150 hari pertama Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga disampaikan, termasuk:
Program makan bergizi gratis untuk lebih dari 3,5 juta anak Indonesia.
Layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk lebih dari 777.000 warga.
Pembentukan Danantara Investment Agency untuk mengelola kekayaan nasional secara optimal.
Penguatan pelatihan vokasi dan digitalisasi, termasuk rencana peresmian AI Centre of Excellence di Papua.(***)
