Ibadah Penghiburan Dikbud Manado bersama Jajaran Ibadah Penghiburan Korban Longsor Siswa SD Negeri 25 

oleh -1113 Dilihat

 

MANADO–Cuaca ekstrim beberapa hari melimpah Kota Manado beberapa titik menjadi bencana alam banjir dan tanah longsor.

Akibat bencana alam tersebut ada beberapa korban jiwa tanah longsor salah satunya Novita Amel Kapiodo (11)  di kelurahan Bilang Kecamatan Bunaken Darat.

Dalam hal ini turut sepenanggungan Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado melakukan ibadah penghiburan, korban bencana siswa kelas VI dari SD Negeri 25 Manado. Senin,(24/03).

Sahabat Alam Amel saat membawakan Puji-pujian

Ibadah penghiburan ini di hadiri perwakilan Pemerintah Kota Manado Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Steven Tumiwa SPd MPd bersama Kepala Sekolah Elisabeth Sumampouw.

Ibadah penghiburan dipimpin oleh Pdt Ronny Larata STh. Usai ibadah Dalam sambutan duka Kadis Tumiwa mengatakan pemerintah Kota Manado Walikota Kota Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr Richard Sualang dalam bencana alam selalu melakukan pemantauan dan mengerjakan semua kepala SKPD membantu masyarakat yang berdampak bencana alam.” Pada saat terjadi bencana alam Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang selalu melakukan pemantauan walaupun hujan keras dan turun langsung memantauan, dengan kepedulian masyarakat walikota mengarahkan semua SKPD turun langsung dan memberikan bantuan makanan buat masyarakat muslim nantinya akan melakukan sahur. Semua SKPD langsung melakukan gerak cepat dan salurkan bantuan di Posko bencana Pemkot Manado.” Katanya. Lanjut Tumiwa Pemerintah Kota Manado selalu mengingatkan bahwa masyarakat kota Manado yang tinggal pinggiran sungai, dan seputaran tebing harus lebih waspada, Pemkot Manado mempunyai tempat posko mengungsi lebih baik mengamankan diri sebelum terjadi musibah,” Pemkot Manado selalu mengingatkan bahwa lebih berhati-hati untuk masyarakat di pinggiran sungai dan bertebing Pemkot Manado menyiapkan posko pengungsian yang sudah menyiapkan makanan, minuman dan juga air bersih yang terdampak banjir dan tanah longsor.” Terangnya.

Selain itu kisah kejadian di ceritakan oleh Opa Korban menjelaskan usai terjadi bencana, Amel sempat dilarikan di rumah sakit Siti Maryam tetapi tidak sempat,” pada saat evakuasi pa Amel, keluarga berusaha membawa ke Rumah Sakit, tetapi banyak halangan karena banyak jalan tutup karena tergenang air. Tetapi rencana Tuhan berkehendak lain.” Kata Opa Alm.

Pada saat Ibadah Turut Hadir Sekretaris Dikbud Kota Manado Triana Almas, Kordinator Pengawasa Ventje Lengkong Siswa dan orang tua siswa bersama beberapa kepala sekolah di kecamatan Tuminting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.