Hendra Jacob: Pernyataan Benny Rhamdani Merugikan Institusi Polri

MANADO – Pernyataan kontroversial dari Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, terkait adanya sosok pengendali bandar judi online berinisial T terus memicu polemik.

Ketua Advokasi Rakyat Untuk Nusantara Sulawesi Utara (Arun Sulut), Hendra Jacob, menyebut pernyataan tersebut sebagai upaya mencari sensasi belaka.

Kepada awak media, Rabu, 7 Agustus 2024, Hendra Jacob mengatakan bahwa klaim Benny Rhamdani tidak memiliki dasar yang kuat.

“Karena statemen inisial T itu ternyata tidak benar setelah diperiksa di Bareskrim, dan ditanya Wartawan no comment, tapi hasil klarifikasi dari Bareskrim beliau (Benny Rhamdani) tidak tahu inisial T. Ini dikategorikan beliau cari sensasi. Nah, hari ini yang dirugikan siapa, institusi Polri kan,” ujar Hendra Jacob, yang akrab disapa HJ.

Publik kini dibuat bertanya-tanya mengenai kebenaran sosok T tersebut, yang dapat berdampak negatif pada citra Polri setelah pernyataan Benny Rhamdani soal bandar judi online berinisial T.

“Semoga aja tidak ada kelompok lain yang keberatan atas tersebarnya berita bohong tersebut. Wajarlah Kabareskrim marah, karena nggak tahu kok ngomong? Kalau nggak tahu jelas jangan omon-omon, karena seolah-olah Polri dituding secara halus mengetahui inisial T dan membiarkan atau bahkan memelihara inisial T ini,” lanjut Hendra Jacob.

Pernyataan Benny Rhamdani yang dinilai asal omong ini membuat banyak pihak terganggu.

“Jangan begitu, lihat tuh Kabareskrim sampai ngambek dan marah begitu statemennya. Itu karena ulah om Benny yang asal omon yang membuat gaduh Republik ini. Setahu orang, institusi Polri mengetahui inisial T ini dan dibiarkan bahkan dipelihara atau jadi beking inisial T. Nah, sementara inisial T ini tidak jelas siapa,” tambah Hendra.

Menurut Hendra Jacob, jika Benny Rhamdani berani mendalilkan sesuatu, ia juga harus berani memberikan bukti.

“Kan di BP2MI ada penyelidik juga ada beberapa Polisi aktif, masa sih ga jelas infonya. Jika alasan informannya udah meninggal tentu kan sudah ada berita acara interogasi awal, atau setidak tidaknya rekaman pengakuan dari si informan tersebut. Atau ini memang strategi cari sensasi disaat-saat dia punya pesawat mengalami turbulensi di akhir pemerintahan,” jelas Hendra.

Dilansir dari metro.tempo.co pada Rabu, 7 Agustus 2024, dengan judul “Kemarin Lantang, Kini Benny Rhamdani Bungkam Soal Sosok T usai Diperiksa Bareskrim”, Benny Rhamdani meralat pernyataannya terkait sosok berinisial T yang diduga menjadi pengendali judi online di Indonesia.

Dalam pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Senin, 5 Agustus 2024, Benny menyatakan tidak mengetahui siapa sosok T tersebut kepada penyidik.

“Yang bersangkutan menjelaskan, kami tidak tahu dan kami mohon maaf karena belum pernah diberikan keterangan kepada penyidik siapa itu inisial T,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.

Benny Rhamdani sebelumnya mengklaim mengetahui sosok T dari pekerja migran di Kamboja. Namun, ia meralat informasinya dan menyatakan bahwa ia mengetahui sosok T dari Kepala UPT BP2MI Serang, Joko Purwanto, yang telah meninggal.

Akibat pernyataannya tersebut, polisi akan mendalami konsekuensi hukum bagi Benny Rhamdani karena tidak dapat memberikan bukti konkret mengenai sosok T. (guf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *