Tantangan Terbaru Bagi Pengelola Sarang Walet: Produksi Menurun, Perhatikan Aspek Pendukung

oleh -1173 Dilihat
Tampak Sarang Burung Walet dari Kampung Kalama, Kecamatan Tatoareng

Sangihe, SuaraSulut.com Sarang burung walet dengan segala kegunaannya bagi kesehatan manusia, telah lama menjadi objek perburuan bagi mereka yang memiliki modal. Namun, di Kampung Kalama, Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, produksi sarang walet mengalami penurunan yang signifikan, memberikan perhatian serius kepada para pengelola.

Proses lelang sarang burung walet yang diinisiasi oleh Asisten 2 Setda Kabupaten Sangihe, Gregorius Dominus Londo, sempat terhenti pada Rabu lalu karena kesulitan mencapai kesepakatan harga. Kepala Bagian Sumber Daya Alam Kabupaten Kepulauan Sangihe, Donny Tamboto, menyatakan bahwa lelang gagal tersebut berujung pada penawaran langsung kepada pembeli, yang pada akhirnya berhasil dengan harga 50 juta untuk 11,845 kilogram sarang.

Namun, Tamboto tidak hanya menggarisbawahi soal transaksi, tetapi juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas sarang dan populasi burung walet itu sendiri.

“Kedepannya, masyarakat Kampung Kalama diharapkan untuk memperhatikan rutinitas seperti pembersihan gua dan langkah-langkah lainnya,” ungkapnya.

Eksplandriks Kahimpong, Kapitalaung Kampung Kalama, menambahkan bahwa penurunan produksi sarang burung walet pada bulan ini cukup mencolok. Dari informasi terakhir, produksi turun dari 30 kilogram bruto menjadi sekitar 15 kilogram bruto. Menurutnya, faktor alam seperti cuaca ekstrem dan tingginya air laut dapat menjadi penyebab utama penurunan ini.

“Saat panen pertama, masih banyak sarang yang berisi telur dan sedang dalam proses pembangunan,” tambahnya.

Dengan penurunan produksi yang signifikan ini, para pengelola sarang walet di Kampung Kalama dihadapkan pada tantangan baru yang memerlukan perhatian serius terhadap aspek pendukung produksi.

(Erick Sahabat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *