Debat adalah kegiatan argumentasi yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat yang bertentangan dengan pendapat orang lain. Tidak jarang debat terjadi secara alami di dalam kehidupan bermasyarakat.
Secara harfiah, kata debat berasal dari kata debate dalam bahasa Inggris yang mempunyai arti perdebatan, pembahasan, diskusi, dan perbincangan. Bila kita tinjau di Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata debat mempunyai pengertian pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
Kejadian debat itu, tanpa kita sadari sering terjadi di rumah, warung kopi, pasar hingga diswalayan. Terus, bagaimana pandangan agama menyikapi saling debat itu?
Sebelum kita terlanjur jauh membahasnya sebaiknya mari kita simak firman tuhan dalam Quran surat Al Baqarah ayat 258, Allah SWT berfirman mengenai perdebatan antara nabi Ibrahim dan orang kafir terkait kekuasaan-Nya
Artinya: Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, “ Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” dia berkata, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.
Dalam hadist riwyata At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada kaum yang sesat setelah petunjukku kecuali orang-orang yang suka berdebat.”
Beberapa hadits lainya :
Artinya: Dari ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda: “Engkau akan mendapatkan dosa selama engkau suka berdebat.”[1]
Artinya: Dari Abu Umamah, ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda: “ tidak akan tersesat suatu kaum setelah petunjuk selama mereka masih tetap di atasnya, kecuali orang-orang yang senang berdebat.” Kemudian Beliau membaca ayat ini: “ tetapi mereka itu adalah kaum yang senang berdebat.”[2]
Artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda: “seorang hamba tidak dikatakan beriman dengan sepenuhnya hingga ia meninggalkan berbohong ketika sedang bergurau, dan meninggalkan berdebat meski ia benar.”[3]
Seiring dengan penjelasan Quran dan Hadits tentang larangan debat itu, Timotius atau Santo Timotius adalah seorang uskup Kristen abad pertama yang meninggal sekitar tahun 97 Masehi, dalam Alkitab 2 Timotius 2 : 23
TB: Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
AYT: Hindarilah perdebatan yang bodoh dan tidak berpengetahuan karena kamu tahu bahwa hal itu akan mendatangkan pertengkaran.
TL: Tetapi tolakkanlah segala perbantahan yang bodoh dan yang tiada berguna itu, sedang diketahui bahwa hal itu mendatangkan perkelahian.
MILT: Dan, hindarilah perdebatan yang bodoh dan tidak mendidik, karena mengetahui bahwa hal itu menimbulkan pertengkaran.
Namun demikian dalam Islam, disebutkan adab debat sesuai Quran surat Al-‘Ankabuut ayat 46 Allah SWT berfirman :
Latin: wa lā tujādilū ahlal-kitābi illā billatī hiya aḥsanu illallażīna ẓalamụ min-hum wa qụlū āmannā billażī unzila ilainā wa unzila ilaikum wa ilāhunā wa ilāhukum wāḥiduw wa naḥnu lahụ muslimụn
Artinya: Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka, dan katakanlah, ”Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.”
Dari penjelasan AlQuran dan Hadits serta pandangan uskup Kristen, maka secara garis besar berdebat yang dapat menimbulkan pertengkaran atau disebut debat kusir sangatlah tidak dianjurkan.
Namun untuk lebih jelasannya simak penjelasan Quran Surat Al-A”Raf 11-20, yang menceritakan Iblis dengan kesombongannya berani mendebat perintah Tuhan
Al-A”Raf 11 Terjemah :
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat : Bersujudlah kamu kepada Adam, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
Al-A”Raf 12 Terjemah :
Allah berfirman : Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu? Menjawab iblis : Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.
Al-A”Raf 13 Terjemah :
Allah berfirman : Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.
Demikian penjelasan surah Al-A”Raf, awal mula kesombongan yang Iblis lakukan dalam mendebat perintah tuhan.
Namun sudah tahukah kapan debat politik atau debat capres untuk pemilihan presiden pertama kali ada di muka bumi, bagaimana kisahnya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka mereka yang tahu akan menjawab bahwa debat politik atau debat capres pertama kali ada di bumi berlangsung di Amerika Serikat (AS) pada pemilihan presiden negara adidaya tersebut.
Debat politik pertama yang legendaris di negeri Paman Sam terjadi pada 1858. Di depan publik di berbagai tempat, Abraham Lincoln dan Senator Douglas berdebat keras tentang isu yang emosional saat itu: pro dan kontra perbudakan.
Namun, revolusi debat politik baru atau debat antar calon presiden (capres) di Amerika Serikat terjadi pada 1960, antara John F. Kennedy dan Richard M Nixon. Tepatnya, Senin 26 September 1960 menjadi tonggak sejarah politik Amerika. Acara debat politik atau debat capres tersebut diliput radio dan televisi yang ada di negara itu. Kemudian debat-debat tersebut diikuti beberapa negara. (**)
Sumber referensi : Quran dan Hadits, Alkitab 2 Timotius 2 : 23, https://id.wikipedia.org, https://kakibukit.republika.co.id
