Tokoh Agama Sangihe Kecam Postingan ‘Ciuman Menjijikan’ GM Tahuna Waterpark & Sport Center

oleh -5405 Dilihat

Sangihe, SuaraSulut.com Foto hasil tangkapan layar (screenshoot) yang menghebohkan jagat maya Kabupaten Kepulauan Sangihe dimana dalam screenshoot tersebut dua orang pria sedang berciuman tanpa di sensor sama sekali bahkan di unggah ke reels, salah satu fitur postingan video pendek media sosial (medsos) Instagram.

Tentu saja foto tak senonoh itu menggemparkan masyarakat Tampungang Lawo (Sangihe) yang terkenal dengan adat dan kepercayaan yang masih kental juga dibarengi dengan asas-asas keagamaan yang masih dijunjung tinggi masyarakat yang berada di wilayah terluar NKRI ini

Kedua pria yang melakukan adegan menyimpang tersebut adalah General Manager (GM) wahana permainan air Tahuna Waterpark & Sport Center, Edward Kuslam alias ‘Edo’ dan pasangannya selaku pemilik akun Instagram @baharbaba yang memposting foto tersebut adalah Manager di Kopi Tiam, kafe yang berlokasi di Tahuna Waterpark & Sport Center.

Baca: https://suarasulut.com/2023/05/30/foto-ciuman-sesama-jenis-bocor-diduga-staf-tahuna-waterpark-sport-center/

Menanggapi postingan melenceng yang bocor ke publik ini, salah satu Tokoh Agama di Tanah Tampungang Lawo (Sangihe), Pendeta Berty Ferdinand Patras mengecam keras tindakan yang dipertontonkan Edo dan pemilik akun @baharbaba.

Menurut Pendeta Berty Ferdinand Patras, hal ini sudah bisa dikategorikan pornografi, dan hal yang seperti ini masih sangat tabu di lingkup masyarakat Sangihe, apalagi ini pasangan sesama jenis.

“Kita tau bersama sekarang ini bagaimana perkembangan jaman lewat media sosial, menjadi pembelajaran bersama dan ketika memang terjadi ini tak bisa dibiarkan begitu saja,” tegas Pendeta Berty

Pdt Berty juga berharap, jangan sampai dengan adanya foto dua orang laki-laki yang berciuman tersebut beredar hingga dikalangan anak-anak dibawah umur, kemudian berdampak pada perkembangan anak-anak yang ada di daerah Sangihe.

“Sekarang ini media sosial sangat dapat mempengaruhi sikap dan perilaku dari anak-anak kita,” tandas hamba Tuhan yang juga aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) ini sembari meminta Aparat Penegak Hukum (APH) di Sangihe harus mengambil sikap tegas terhadap hal-hal yang berbau Pornografi.

(Erick Sahabat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.