Gantung Diri di Pakowa Dinilai Janggal, Begini Penjelasan Kapolsek Arie Najoan

oleh -1147 Dilihat

Suarasulut, Manado – Adanya peristiwa gantung diri yang terjadi di Kelurahan Pakowa kemarin (14/04/2023), dimana diketahui korban bernama Silvana Sundah (14 thn) warga Desa Pineleng 1 Jaga 5 Kecamatan Pineleng membuat sejumlah warga bertanya, benarkah itu murni peristiwa gantung diri?

Dilihat dari comment masyarakat di media sosial akun Facebook Novita Normawati Yasin mempertanyakan peristiwa tersebut, dituliskan ban tertusuk pisau dan untuk korban ditemukan meninggal gantung diri pakai tali rafia.

“Depe ban oto bocor bekas tusuk pisau
Dpe org yang pake oto ada dapa meninggal gantung diri pake tali rafia.” Ujarnya.

Hal itu juga terdapat dalam akun Facebook Chiaajansen, bahwa ia merasa janggal atas kejadian tersebut.

“Up++ ini bukang bgantong diri ksygggg Fana Sundah mudah-mudahan ngoni mo dapa ee, jago le ngoni oto ngni taru di Rike ,korban ngoni taru di pakowa, spya mo se ilang jejak? Iyo?? Bantu up dgg smpe tbongkar.” Ungkap chia dalam bahasa manado.

Sementara itu Kapolsek Wanea KOMPOL Arie Najoan dikonfirmasi, Sabtu (15/04/2023) menyampaikan bahwa hasil otopsi dari rumah sakit tidak ada kejanggalan atau tanda-tanda kekerasan.

Arie menerangkan, Korban telah ditemukan meninggal dunia ketika ditemukan oleh masyarakat dengan posisi tergantung dengan menggunakan tali plsstik yang diikatkan di bambu pintu kamar mandi milik salah satu warga masyarakat di Kelurahan Pakowa Lingkungan V Kecamatan Wanea Kota Manado.

“Hasil dari dokter Rumah Sakit Bhayangkara yang ada sudah dijelaskan kepada pihak keluarga korban dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.” Katanya.

“Keluarga juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Kapolsek dan anggota Polsek Wanea.” Tutup Kapolsek Wanea.

(Kifli Polapa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.