Sangihe, SuaraSulut.com — Sembilan anggota keluarga yang terdampak bencana alam gelombang pasang di Desa Nanedakele, Kecamatan Nusa Tabukan menerima bantuan logistik berupa bahan pokok (Bapok), selimut, matras, terpal, kursi roda, hingga geobag yang diserahka langsung oleh Penjabat (PJ) Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe.
Kamis, (16/3/2023).
Camat Nusa Tabukan, Deny Abram saat acara penyerahan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah daerah khususnya Pj Bupati dr Rinny Tamuntuan, ditengah jadwal yang padat masih berkenan hadir dalam rangka penyerahan bantuan bersama BPBD Sangihe.
“Di ucapkan banyak terima kasih untuk perjuangan dan perhatiannya kepada masyarakat Kecamatan Nusa Tabukan,” ungkap Camat Denny Abram dengan nada tulus.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wandu Labesi dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan penyerahan kepada sembilan anggota keluarga yang terkena dampak bencana alam yang terjadi pada 11 Januari 2023 merupakan perjuangan Pj Bupati yang mampu berkoordinasi dengan Pemprov Sulut maupun pusat.
“Jadi ada bantuan 250 juta untuk logistik, dan 500 juta biaya operasional pemulihan tanggap darurat. Saat ini dari dana 250 juta yang pengadaannya langsung dari BPBD akan diserahkan kepada warga penerima bantuan,” tutur Wandu yang juga berharap agar seluruh masyarakat dapat mendukung perjuangan pemerintah daerah khususnya Pj Bupati dalam menyelesaikan berbagai persoalan termasuk kondisi pada saat terjadi bencana alam di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sementara itu, PJ Bupati Rinny Tamuntuan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kita semua tidak menginginkan bencana ini. Namun kalau sudah terjadi tentunya pemerintah juga hadir bersama-sama dengan masyarakat, seperti pada waktu lalu juga sudah turun bantuan dalam keadaan darurat.
“Sesuai dengan laporan yang kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi yang langsung ditindaklanjuti, sehingga pada saat ini dapat diberikan bantuan dari Pemerintah Pusat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” Ungkap Tamuntuan.
Dia juga menambahkan untuk masyarakat yang belum mempunyai BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan khusus perangkat kampung, untuk segera membuat karena sangat membantu bagi kita semua.
“Untuk BPJS Ketenagakerjaan tentunya sangat membantu jika ada keluarga yang ditinggalkan, dan untuk BPJS Kesehatan juga harus dimiliki. Apalagi pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk peserta BPJS yang dulu mandiri, kalau sudah tidak sanggup untuk membayar cicilan tentunya bisa dianggarkan lewat tanggungan dari pemerintah,” Ujar Bupati Perempuan Pertama di Sangihe.
Dan saya juga sudah berupaya ke Kementerian Sosial lanjut dia, supaya anggaran untuk BPJS Kesehatan ini lewat Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) dapat di proses.
“Saya sudah bermohon tapi semua itu ada waktunya untuk berproses. Kita juga berdoa agar semua hal ini bisa ditindaklanjuti oleh kementrian sosial, mengingat juga anggarannya yang cukup besar dan khusus untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe sudah menjadi tanggung jawab saya untuk tetap membantu,” Lanjutnya.
Tamuntuan menghimbau kepada semua Kapitalaung jika terjadi bencana alam, langsung segera mendata keluarga yang terkena dampak bencana, agar pemberian bantuan tepat sasaran.
“Karena ada program pemerintah pusat yaitu rumah sederhana terpadu untuk korban bencana alam yang mengalami kerusakan parah. Dan semua ini tinggal tunggu berproses,” ujarnya.
Hadir pula dalam giat penyerahan bantuan tersebut Kapitalaung Husen Mahengkeng, Sekretaris kampung Nehemia Lalo, Babinsa Nanedakele Serma Elvis Maradung, Anggota DPRD Sangihe Deny Roy Tampi, Staf Khusus Bupati Bidang Publikasi Gunfanus Takalawangen, serta para Staf khusus Bupati lainnya.
(Erick Sahabat)
