Bitung–Kurikulum Merdeka terobosan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Reset dan Teknologi, menciptakan Sumber Daya Manusia unggul melalui kebijakan menguatkan peran seluruh insan pendidikan.
Kata Wakil Wali Kota Bitung Hengky Honandar, kurikulum Merdeka dirancang mengatasi krisis belajar telah lama kita hadapi, dan menjadi semakin parah karena pandemi COVID-19.
“Krisis Ini di tandai rendahnya hasil belajar peserta didik bahkan dalam hal mendasar. Contohnya berdasarkan hasil asesmen nasional dirilis KEMENDIKBUDRISTEK, menunjukan Kota Bitung berada pada tingkat kompetisi literasi (Baca) dan numerasi (Hitung) masih rendah,” tegas Wawali saat membuka Sosialisasi implementasi kurikulum merdeka (IKM) bertempat di Aula SMP Negeri 2 Bitung.
Lanjut Wawali, implementasi kurikulum merdeka, pemerintah Bitung sangat bersyukur karena di Provinsi Sulawesi Utara ditetapkan menjadi sasaran program sekolah pengerak sejak tahun 2021 adalah Bitung.
“Harapan Pemerintah, semua peserta dapat mengikuti sosailisasi ini dengan sebaik-baiknya, ” harap Honandar.(angky)
