Syarif Darea: Pak Wali Kota dan Wawali Manado Qurban Itu Bukan Sayembara Berhadiah

oleh -671 Dilihat

SUARASULUT.COM, MANADO—- Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid 19, Pemerintah Pusat hingga Daerah terus memacu program Vaksinasi. Dan khusus di Kota Manado menggelar lomba pelaksanaan vaksin bagi umat islam dengan hadiah hewan qurban.

Dari flayer yang diedarkan Pemkot Manado, pemenang adalah masjid dengan persentase terbesar jumlah jamaah yang telah melaksanakan vaksinasi Covid 19,  yang mendapat hadiah hewan qurban 10 pemenang masing-masing mendapat  satu  ekor sapi Qurban dan batas penilaian jumlah persentase  data tanggal 14 Juli 2021.

Lomba vaksin dengan hadia hewan qurban ini, oleh Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang, dalam menyambut HUT Kota Manado ke-398 pada tanggal 14 Juli 2021.

Dalam flayer dikatakan, lomba vaksin berhadiah hewan qurban ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam mensukseskan program unggulan wali kota dan wakil wali kota manado.

Keputusan Pemkot Manado menggelar lomba vaksin dengan hadiah qurban mendapat kritikan keras dari aktivis masyarakat Sulawesi Utara, Syarif Darea.

Kepada Suarasulut.com, Syarif Daerah mengatakan, untuk pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, qurban itu bukan sayembara berhadiah.

“Saya yakin ini bukan ide dari anda berdua. Karena anda berdua pastinya tidak tau dan tidak mengerti soal qurban dalam ajaran Islam,” tegas Aif sapaan akrabnya.

Aif yang juga tergabung dalam Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), mengatakan andai yang mengusulkan ini adalah orang Islam kepada anda berdua. Maka tendanglah mereka mulai saat ini  !!!.

“Kalaupun bukan orang Islam yang mengusulkan ide goblok ini,” kata Aif sambil meminta wali kota dan wakil wali kota menendang pula orang Islam yang berada dilingkaran anda. Berarti mereka hanya orang-orang yg suka memuji, yes man, dan tak berguna.

Lebih lanjut dikatakan, agar tidak ada polemik, sebutkankan saja hadiah daging sapi untuk sayembara vaksin anda. Bukan hadiah Qurban.

Sebab yang melaksanakan Qurban itu adalah otang-per orang, MUSLIM bisa berkelompok. Bukan Instansi atau lembaga atau bahkan bukan sebuah pertandingan atau sayembara. Dan Qurban itu bukan hadiah… !!!

Wali Kota dan Wawali  bisa menghadiahkan daging sapi, bisa menghadiahkan seekor sapi, sepuluh ekor sapi. Apapun yang baik bisa  hadiahkan. Tapi bukan berarti pak Wali Kota dan Wawali sedang melaksanakan “ibadah” Qurban.

Darea mengatakan, ia menjelaskan sesederhana itu saja Pak Wali dan WaWali, agar bisa di mengerti. “Mohon maaf semoga diperhatikan untuk kebaikan kita semua…. Tuhan memberkati,” pungkas aif.(wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *